"Bandara sudah dibuka sejak hari ketiga," ujar Dandim 1703 Manokwari Letkol Edward Sitorus di posko utama penanggulangan bencana di Kabupaten Teluk Wondama, Senin (11/10/2010).
Edward mengatakan, lumpur dan pohon-pohon yang jatuh di Bandara Margono sudah dibersihkan. Pesawat sudah bisa lepas landas dengan sempurna di bandara kecil ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, pada pukul 12.00 WIB di Bandara Margono sudah banyak pesawat yang hilir mudik. Setiap 2 jam sekali ada pesawat-pesawat kecil berisikan 10-12 penumpang yang lepas landas. Pesawat-pesawat kecil itu terbang dari atau menuju Manokwari atau Nabire.
Pesawat tersebut ada yang membawa sejumlah pengungsi banjir bandang dan ada juga tamu-tamu yang datang dari luar kota untuk mengunjungi Wasior. Biaya sekali perjalanan dengan menggunakan pesawat kecil ini dikenakan Rp 1 juta.
Senin 4 Oktober lalu, Kecamatan Wasior diterjang air bah yang menyebabkan seluruh sarana infrastruktur di Wasior luluh lantak, termasuk lapangan udara. Ribuan warga diungsikan ke Manokwari. Sejumlah bantuan pun dikirim.
Sejumlah menteri terkait seperti Menko Kesra Agung Laksono dan Mensos Salim Segaf turun langsung ke lapangan memberikan bantuan. Mereka membawa bantuan uang tunai bagi para korban dengan nilai total Rp 2,5 miliar dan santunan awal sebesar Rp 4 juta untuk keluaga yang anggotanya tewas akibat banjir.
Saat ini korban jiwa mencapai 147 orang. Kampung Suanduai di Kecamatan Wasior paling parah rusaknya setelah terkena banjir bandang. Sebelum terjadinya bencana banjir, kampung ini sendiri merupakan perkampungan padat. Di kampung tersebut sudah terdapat terminal, pasar dan kantor pemerintahan.
Kini, Kampung Suanduai sudah berubah menjadi lautan lumpur. Petugas telah membersihkan lumpur untuk membuat jalan. Tim SAR pun masih terus melakukan upaya evakuasi untuk mencari korban hilang lainnya.
(gus/nrl)











































