"Kalau dihitung presentasi, sekitar 80 persen Kota Wasior hancur. Kota Wasior terdiri 7 kampung," kata Dandim 1703 Manokwari, Letkol Edward Sitorus, di Posko Utara Penanggulangan Bencana Wasior, Papua Barat, Senin (11/10/2010). Edward tidak menyebutkan nama 7 kampung itu.
Dikatakan dia, sebagian besar penduduk sudah mengungsi ke Manokwari. Ada beberapa warga yang tetap tinggal karena rumahnya tidak hancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Sanduai merupakan pemukiman padat. Lokasi yang hancur di desa itu antara lain, pasar tradisional, kantor Pemda, sekolah, terminal, hotel dan fasilitas listrik.
Belum ada data pasti jumlah warga di desa itu karena pendataan yang kurang baik. Beberapa warga masih sibuk mencari sanak keluarga yang belum ditemukan.
Korban banjir Wasior kini menjadi 147 orang meninggal dunia dan 123 orang hilang.
Wasior dikenal sebagai daerah yang rawan banjir bandang. Tercatat tiga kali banjir bandang berkekuatan besar menghempas pemukiman penduduk di distrik itu.
Banjir bandang paling besar terjadi pada tahun 1955. Banjir serupa juga terjadi pada tahun 2008. Namun, banjir bandang pada tahun 2008Β ini tidak separah yang baru saja terjadi di tahun 2010.
(aan/fay)











































