Di satu sisi, situasi ini menguntungkan bagi Kota Depok, karena dengan geliat kota yang dinamis, tentu saja akan mempengaruhi dan meningkatkan kualitas serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok.
Tetapi, di sisi yang lain, peningkatan aktivitas dalam kota dan antar kota, membuat pemerintah Kota Depok memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk kepentingan serta kenyamanan seluruh warganya. Persoalan transportasi dan kemacetan adalah salah satunya, terutama di jalan-jalan utama seperti di Jalan Margonda Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminal ini merupakan sharing antara bantuan pemerintah pusat, provinsi dan APBD Kota Depok. Diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 70 miliar.
"Ini merupakan langkah terobosan Pemerintah Kota Depok, yang memindahkan terminal lama bertipe C di Margonda, ke terminal Jatijajar dengan tipe A, karena lebih luas lahannya serta dapat menampung bus-bus besar. Diharapkan pemindahan terminal ini dapat mengurai kemacetan
lalu lintas di Jalan Margonda yang sering dikeluhkan banyak orang," terangnya di Depok pekan lalu.
Nantinya terminal seluas 10,2 hektar tersebut akan dipergunakan sebagai terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Saat ini semua lahannya sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Depok. Sedangkan untuk pembangunannya, diserahkan kepada Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok.
Pembangunan konstruksi building Terminal Jatijajar rencananya akan dilaksanakan tahun 2011 dan diharapkan sudah dapat beroperasi tahap awal pada tahun 2011-2012. (ndr/ndr)
