Kenikmatan kopi Aceh yang berbeda dari kopi-kopi daerah lainnya membuat rasa penasaran peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom Taufiq Nur dan Wahid Masrukan untuk mencobanya.
"Rasa kopinya lebih nikmat dan kekentalannya juga beda dari kopi-kopi di Jawa (Malang, kota asal Wahid-red)," Ujar Wahid , ketika dihubungi detikcom, Senin (4/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aceh yang mempunyai tradisi minum kopi yang berbeda dari tempat lain. "Orang-orang di sini seperti tidak mengenal waktu, mereka berdatangan ke warung kopi dari pagi sampai ke pagi lagi," ujar Taufiq Nur
"Satu cangkir bisa berjam-jam di sini. Mereka bisa sambil mengobrol atau baca koran," sambung Topik.
"Padahal ukuran gelasnya kecil dan hanya sekitar 200cc porsinya," timpal Wahid
Tidak hanya sebagai tempat untuk melepas rasa kantuk, warung kopi pun berubah menjadi fungsi sosial dan tempat bertukar informasi. "Kalau di sini semua informasi tentang apa saja ada. Mulai dari masalah keluarga, politik dan isu yang sedang hangat dalam pembicaraan," tutur Wahid Masrukan
Pengalaman Wahid dan Topik serta peserta ACI lainya dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.
(tbs/tbs)











































