"Rata-rata korban selamat atau pengungsi banyak yang terserang penyakit kista, diaere atau penyakit gatal-gatal lainnya," ujar dr Rino, dokter umum yang berjaga di Posko Kesehatan Wasior, Senin (11/10/2010).
Rino melanjutkan, pengungsi maupun korban yang mulai terserang penyakit, akan dirujuk ke rumah sakit di daerah Nabire maupun Manokwari. Selain penyakit, para korban yang selamat, umumnya mengalami luka-luka akibat terkena benda tajam saat terapung atau terbentur pohon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah melakukan penyemprotan lebih dari tiga kali untuk disinfektan," tegasnya.
Rino menjelaskan, proses pencarian korban hari Minggu (10/10) kemarin sengaja dihentikan akibat cuaca yang kurang bersahabat. Sedangkan menurut anggota Basarnas Kota Sorong, Marinus Ohorit hambatan proses evakuasi adalah masalah alat-alat.
"Kendalanya adalah tumpakan pohon dan batu besar, sedangkan kita melakukan pencarian evakuasi dengan cara manual karena alat-alat berat belum masuk, masih terhalang," tegasnya.
Berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pukul 18.00 WIB kemarin, bencana ini merengut korban 145 jiwa, hilang 123 orang dan jumlah pengungsi yang mencapia 4.625 jiwa.
(mok/mok)











































