Di Mesir nasi juga mudah ditemui, namun bagi warga mesir, Isy lebih disukai. Harganya pun lebih murah. Isy yang berdiameter 15 Cm, harganya hanya seperempat pound Mesir atau sekitar Rp 450.
Detikcom sempat melihat proses pembuatan Isy di salah satu sudut kota El Arish, Minggu (10/10/2010). Di tempat ini, Ahmed membantu ayah dan kakak laki-lakinya membuat Isy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat baru jadi, Isy ini mengembang gemuk. Kalau didiamkan lama-lama dia akan
kempes dan keras. Karena itu Isy ini enak dinikmati saat masih hangat. Biasanya Isy tahan hingga 3 hari sebelum berjamur.
Isy dimakan bersama ayam panggang, daging kambing atau pun ikan. Cara makannya sama saja dengan makan roti. Isy dicelupkan dalam saus, lalu dimakan bergantian dengan lauk. Tidak perlu sendok dan garpu.
Sekali makan, orang Mesir bisa menghabiskan 3-4 potong Isy. Jika sudah ada nasi, Isy pun masih tetap dihidangkan.
Isy mudah ditemui di mana-mana. Para penjual Isy biasanya langsung meletakan Isy yang baru jadi di rak-rak depan toko mereka. Masih hangat dan berbau harum.
Mau mencoba?
(rdf/mok)