"Kondisi memprihatinkan ini akan kita sampaikan kepada Presiden setelah kembali ke Jakarta,Β untuk dijadikan acuan bagi beliau yang rencananya juga akan mengunjungi Wasior," kata Agung usai kunjungannya di Bandara Manokwari, Papua Barat, kepada wartawan, Sabtu (9/10/2010).
Agung mengatakan Wasior saat ini membutuhkan alat berat untuk menyingkirkan endapan lumpur, kayu, dan mencari korban hilang. Sementara itu Preisden SBY, lanjut Agung akan melihat langsung kondisi terakhir di Wasior.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Provinsi Papua Barat, korban meninggal akibat bencana ini mencapai124 orang. Sementara itu sebanyai 123 orang hilang, dan 185 orang lainnya dalam perawatan serius.
Menkokesra Agung Laksono dan Mensos Salim Segaf Aljufri terjun ke lokasi banjir bandang di Wasior, Papua Barat dalam rangka memberikan bantuan. Mereka membawa bantuan uang tunai bagi para korban dengan nilai total Rp 2,5 miliar dan satunan awal sebesar Rp 4 juta rupiah untuk keluaga yang anggotanya tewas akibat banjir.
Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menuturkan bahwa Presiden SBY akan meninjau lokasi banjir bandang di Wasior, Rabu pekan depan. Hal ini disebutkan Julian sebagai tanggap cepat SBY terhadap bencana yang menimpa rakyatnya.
Terjangan air bah menyebabkan seluruh saran infrastruktur di Wasior luluh lantak, termasuk lapangan udara. Seluruh logistik bantuan untuk keperluan tanggap darurat hanya bisa disalurkan melalui pelabuhan kecil di Teluk Wondama.
Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah membagikan bantuan kepada korban bencana alam ini. Ribuan paket perlengkapan rumah tangga sudah diterbangkan ke Wasior menggunakan pesawat kargo milik Ketum PMI, Jusuf Kalla.
(mpr/van)











































