"Hasil otopsinya kan banyak. Tapi yang penting ada 2 luka sayatan di tangannya. Ternyata sebelumnya dia sudah pernah mencoba bunuh diri," kata kerabat Deni, Pak Gun saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/10/2010).
Gun curiga Deni mengalami stres yang cukup berat. Sebagai anak tunggal dan biasa dimanja keluarganya, Deni tidak bisa hidup sendirian di kota yang baru. Deni tidak bisa mengikuti rutinitas baruΒ yang jauh dari orangtua. Deni dan orangtuanya selama ini tinggal di Blora, Jawa Tengah. Kedua orangtua Deni bekerja sehari-hari sebagai Pegawai Negeri Sipil. Ayah Deni bekerja sebagai karyawan PT Pertamina.3Β Β Β Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, lanjut Gun, Deni juga disediakan pembantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Deni pun dikenal anak yang biasa saja sama seperti teman-teman lainnya. Tidak ada yang ganjil di diri Deni. Deni juga bergaul dengan siapa saja.
"Setahun lalu saya ketemu dia. Saya lihat dia biasa saja normal. Dia dekat sama saudara-saudara. Saya memang nggak begitu mengenal dia dari kecil. Tapi kayaknya dia nggak lagi dekat sama perempuan," ungkapnya.
Saat ditemukan tewas, memang posisi tangan Deni kala itu sedang menggenggam tanah. Tidak diketahui persis dari otopsi apakah kematian Deni seperti itu tidak wajar atau biasa saja. Namun menilik dari latar belakang keluarga dan ucapan Deni kepada orangtuanya yang mengaku tidak kuat, Gun mencurigai Deni tengah mengalami stres.
"Ya anak normal mungkin juga bisa stres," tukasnya.
Sebelumnya Deni menghilang dari rumah kosannya di Yogyakarta. Selama 47 hari, akhirnya Deni ditemukan dengan tubuh tak bernyawa. Kematian Deni dinilai misterius karena baju yang dipakai Deni saat hilang berbeda dengan baju yang ditemukan saat meninggal dunia. Baju yang dikenakan Deni bukanlah bajunya.
Bahkan sebelum meninggal, Deni mengaku ke sejumlah warga tidak mempunyai orangtua lagi. Deni mengaku yatim piatu.Β
(gus/gah)











































