Menurut Komisioner tinggi Pakistan untuk Inggris, Wajid Shamsul Hasan, peringatan itu merupakan upaya AS untuk menjustifikasi eskalasi serangan pesawat tanpa awak dan helikopter AS di dalam wilayah Pakistan belakangan ini. Eskalasi serangan itu telah menimbulkan kemarahan pemerintah Pakistan.
Menurut Hasan, Presiden AS Barack Obama tengah bermain politik dengan peringatan teror itu sebelum pemilihan kongres AS bulan November mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan-laporan tersebut merupakan gabungan atas kefrustrasian, tindakan yang bodoh dan kurangnya apresiasi atas kenyataan di lapangan," cetus diplomat veteran yang dekat dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari itu.
Dicetuskan Hasan, Obama bereaksi atas tekanan untuk menunjukkan bahwa strategi perangnya di Afghanistan dan peningkatan jumlah pasukan tahun ini memang diperlukan. Publik AS banyak yang tidak setuju dengan peningkatan jumlah pasukan AS di Afghanistan tersebut.
Hasan pun mengingatkan, peningkatan serangan pesawat tanpa awak AS di daerah-daerah kesukuan Pakistan telah mengganggu kestabilan Pakistan. Belum lagi ditambah beberapa gempuran helikopter-helikopter AS di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan.
"Itu ancaman bagi sistem demokrasi," tandasnya seperti dilansir Guardian, Sabtu (9/10/2010).
Sejumlah pejabat intelijen Eropa mencetuskan, pemerintah AS merupakan "sopir" di balik klaim-klaim mengenai serangkaian plot serangan di Eropa.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere secara terbuka menyatakan keraguannya akan peringatan teror yang disampaikan AS tersebut. Menurutnya, bahaya serangan itu pada Jerman hanyalah bersifat hipotesis.
Peringatan teror AS tersebut telah mendorong pemerintah Inggris, Prancis dan negara-negara lain meningkatkan level siaga teror mereka. Bahkan di Prancis, belasan tersangka militan ditangkap dalam sejumlah operasi yang dilancarkan polisi.
(ita/ita)










































