"Saya sudah sampai di rumah. Pesawat tadi malam delay sampai satu setengah jam," kata Ridho lewat pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (9/10/2010).
Seharusnya, Ridho berangkat pukul 18.45 WIB. Namun pesawat mengalami keterlambatan hingga akhirnya baru tiba di Mataram sekitar pukul 23.50 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat keterangan dokter yang saya dapat dari Bandara Soekarno-Hatta sama sekali tidak di-check," ceritanya.
Ridho pun bercerita soal kondisi barang bawaannya. Menurut dia, barang berupa kardus yang dibawa dari Jakarta saat tiba di Mataram sudah dalam kondisi terbuka.
"Padahal sebelumnya tertutup rapat," cetusnya.
Sebelumnya, Ridho dan keluarga disuruh turun dari pesawat jurusan Jakarta-Mataram. Padahal istri dan anak Ridho sudah mengantongi izin terbang dari dokter bandara di Yogyakarta. Ridho pun sudah terbang dengan menggunakan pesawat Lion Air dari Yogyakarta ke Jakarta.
Petugas Lion Air memang belum melakukan cek kesehatan di klinik bandara. Tanpa mengetahui benar atau tidaknya penyakit cacar yang diidap istri dan anak Ridho, petugas Lion Air langsung menolak menerbangkan Ridho dan keluarganya.
Petugas Lion Air sempat menawarkan untuk mengembalikan uang tiket Ridho secara utuh. Namun Ridho tetap bersikeras ingin terbang ke Mataram. Setelah menunggu berjam-jam, Ridho pun dijanjikan berangkat ke Mataram pukul 18.45 WIB.
(mad/mad)










































