"Tidak benar adanya bahwa dalam kejadian perampokan tadi siang tersebut telah hilang uang tunai sebesar Rp 500 juta. Yang hilang adalah sejumlah perhiasan dan satu LM batangan sebesar kurang lebih 100 gram," kata Irfan Nurkholis, menantu Saiful, lewat surat elektronik kepada detikcom, Jumat (8/10/2010).
Kawanan perampok mendatangi rumah korban dengan menggunakan mobil minibus
berwarna hitam siang tadi. Saat kejadian pemilik sedang salat Jumat. Setelah berhasil melumpuhkan pembantu bernama Heri, perampok yang diduga berjumlah 5 perampok ini langsung masuk ke dalam rumah mengambil sejumlah harta benda di kamar utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurdi, berdasarkan keterangan pembantu korban, para perampok datang
sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka langsung masuk mengancam ingin membunuh kemudian pembantu korban diikat dimasukan ke dalam mobil.
"Dari keterangan korban, mereka datang dengan membawa senjata tajam," katanya.
Setelah puas menguras harta rumah mewah tersebut, komplotan tersebut langsung melempar pembantu yang diikat ke dalam rumah. Setelah komplotan tersebut kabur, korban kemudian teriak hingga akhirnya berhasil dilepaskan oleh warga.
Salah satu warga Arneh mengatakan, dirinya mengetahui kejadian ini setelah
korban teriak meminta tolong. "Pas ditolong muka korban lebam dan terluka
di pelipis seperti kena benda tajam," tandasnya.
(mad/mad)











































