"Kita seharusnya diingatkan akan jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya. Di dalamnya terdapat toleransi dan gotong royong," ujar pria yang biasa disapa dengan sapaan Ical ini dalam pidatonya pada pelantikan pengurus DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Hotel JW Mariott Jakarta, Jumat (8/10/2010) malam WIB.
Ical yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina MKGR ini menambahkan bahwa arus teknologi informasi dan era globalisasi sedikit banyak telah menjadi faktor
terkikisnya toleransi dan semangat gotong royong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai keindonesiaan itu menurut Ical, selain menjadi tameng untuk menahan konflik, juga memiliki peran yang besar dalam pembangunan. Pembangunan itu pun memiliki arah yang jelas, tidak sekadar terjebak dalam urusan pragmatis.
"Nilai apa yang paling cocok untuk pembangunan politik kita? Gotong royong. Gotong royong adalah yang paling relevan," ujar Ical yang mengenakan jas MKGR berwarna kuning tersebut.
Dalam acara pelantikan ini, sebanyak 412 pengurus dan anggota dilantik oleh Ketua DPP MKGR, Priyo Budi Santoso. Hampir semua naik ke atas panggung dan mendapat wejangan dari Priyo.
Acara ditutup dengan pidato politik dari Ical setelah sebelumnya para tamu dihibur oleh tari-tarian daerah yang diiringi live music. Setelah acara pelantikan selesai, pengurus MKGR langsung melakukan rapat pleno pertama di kepengurusan 2010-2015.
"Saya minta kepada pengurus MKGR yang baru saja dilantik jangan pulang. KIta lanjut dengan rapat pleno Jangan mau kalah dengan rapat kabinet yang langsung rapat usai dilantik," ujar Priyo dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan hadirin.
(mad/mad)










































