Kawanan perampok mendatangi rumah korban dengan menggunakan mobil minibus berwarna hitam saat kejadian pemilik sedang salat Jumat. Setelah berhasil melumpuhkan pembantu bernama Heri, perampok yang diduga berjumlah 5 perampok ini langsung masuk ke dalam rumah mengambil sejumlah harta benda di kamar utama.
Komplotan tersebut berhasil membawa kabur tiga kotak perhiasan yang berisikan berlian, kalung dan anting. Selain itu, para pelaku juga berhasil menggondol dua pasang cicin, logam mulia seberat105 gram dan uang tunai Rp 500 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurdi, berdasarkan keterangan pembantu korban, para perampok datang sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka langsung masuk mengancam ingin membunuh kemudian pembantu korban diikat dimasukan ke dalam mobil.
"Dari keterangan korban, mereka datang dengan membawa senjata tajam," katanya.
Setelah puas menguras harta rumah mewah tersebut, komplotan tersebut langsung melempar pembantu yang diikat ke dalam rumah. Setelah komplotan tersebut kabur, korban kemudian teriak hingga akhirnya berhasil dilepaskan oleh warga.
Salah satu warga Arneh mengatakan, dirinya mengetahui kejadian ini setelah korban teriak meminta tolong. "Pas ditolong muka korban lebam dan terluka di pelipis seperti kena benda tajam," tandasnya. (did/mad)










































