"Kalau mengenai Kapolri saya kira semua juga sudah tahu, saya sebagai ketua umum memerintahkan kepada fraksi untuk tidak terjadinya voting," ujar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Hal itu dia sampaikan usai memberi pengarahan dengan seluruh anggota Fraksi PDIP di Gedung DPR Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada pemilihan kepala lembaga yang ada I-nya seperti Kapolri, Panglima TNI, BI, jangan sampai berakhir voting," katanya.
"Menurut saya tidak etis sebagai bangsa kalau kita untuk lembaga seperti itu hanya karena ingin
berdemokrasi itu lalu kita voting yang berujung jadi terbelah-belahlah hal yang sangat strategisΒ tersebut," lanjut Mega.
Meskipun tidak berakhir dengan voting, Mega mengatakan penilaian tetap perlu diberikan pada calon Kapolri mendatang. "Tentu saja hak fraksi untuk bertanya dalam hal itu dan memberikn catatan. Untuk suatu keputusan maka apapun juga kami akan menerima hal itu," imbuh mantan Presiden ini.
Mega mengaku tidak bisa memberikan penilaian khusus terhadap calon Kapolri yang saat ini namanya telah sampai ke DPR. Baginya, semua kelebihan dan kekurangan calon tersebut akan terjawab melalui uji kepatutan dan kelayakan yang diadakan Komisi III.
"Saya tak akan menilai orang per orang, semua sudah ada aturannya, makanya akan dilakukan fit and profer sehingga segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik," ujar ibu dari politisi Puan Maharani ini.
Mega berharap proses pemilihan Kapolri di DPR tidak berlarut-larut. Sebab, sebagai lembaga yang sangat vital jabatan tersebut tidak bisa kosong.
"Karena waktunya memang sangat mepet, apapun juga lembaga kepolsian itu tidak boleh kosong, tidak boleh tanpa pemimpin jadi harus segera diisi," tegas Mega.
(lia/ndr)











































