Tim medis tersebut berangkat ke lokasi bencana bersama WWF wilayah Sorong dengan menggunakan speed boat. Perjalanan ke Wasior dilakukan dengan menggunakan speeboat. Perjalanan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 7 jam. Demikian keterangan tertulis yang dikirimkan MER-C Indonesia pada Jumat (8/10/2010).
Anggota tim tersebut adalah dr Bintang Pramodana, dr Indah Trisnawaty, perawat Abdul Ajis dan perawat Utari. Koordinator MER-C untuk Wilayah Papua, dr Zackya Yahya Setiawan, SpOk, juga akan turun ke lokasi bencana untuk memimpin langsung Tim MER-C di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya tim mendapat bantuan fasilitas
transportasi dari WWF wilayah Sorong yang juga akan memberangkatkan tim ke Wasior. Sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (8/10), tim bertolak ke Wasior dengan membawa bantuan obat-obatan dan sejumlah peralatan medis.
Laporan terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Presiden SBY, menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 101 jiwa. Jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah seiring proses tanggap darurat tapi diperkirakan tidak akan sebesar korban dalam gempa bumi di Sumatera Barat setahun silam apalagi tsunami di Aceh pada akhir 2004.
Banjir bandang di Wasior juga menjadi perhatian rakyat Amerika Serikat. Rasa prihatinan tersebut tercermin dalam surat Menlu Hillary Clinton yang ditujukannya kepada SBY.
Tim penyelamat yang terdiri atas Tim SAR dengan dibantu TNI dan Polri terus melakukan pencarian korban. Alat berat turut dikerahkan untuk mencari korban. Sayangnya, pencarian tidak bisa dilakukan hingga malam karena terkendala ketersediaan suplai listrik di lapangan.
Berbagai bantuan juga telah berdatangan, di antaranya dari Palang Merah Indonesia. Sementara itu SBY menyatakan akan meninjau langsung proses tanggap darurat di lokasi bencana. Menurut rencana, SBY akan bertolak ke di Wasior, pada Minggu (10/10) pagi.
(vit/lh)











































