Gedung Putih Minta Maaf Atas Kesemrawutan Saat Acara Diplomatik

Gedung Putih Minta Maaf Atas Kesemrawutan Saat Acara Diplomatik

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2010 15:23 WIB
Gedung Putih Minta Maaf Atas Kesemrawutan Saat Acara Diplomatik
Washington - Insiden kesemrawutan prosedur keamanan terjadi dalam acara diplomatik di Gedung Putih. Gara-gara kesemrawutan itu, sejumlah diplomat asing tak bisa mengikuti acara. Gedung Putih pun meminta maaf atas kejadian itu.

Presiden AS Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama menjadi tuan rumah sebuah acara diplomatik yang digelar di Gedung Putih pada Selasa, 5 Oktober malam waktu setempat. Acara penerimaan Chiefs of Mission and Charges d'Affaires tersebut merupakan acara tahunan yang populer di kalangan korps diplomatik.

Namun sejumlah duta besar (dubes) tak diizinkan masuk ke Gedung Putih untuk mengikuti acara tersebut. Mereka tertahan di luar Gedung Putih. Bahkan karena menunggu terlalu lama di luar gerbang, beberapa diplomat menyerah dan memilih pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gara-garanya, ada kesalahan dalam memproses data pribadi para diplomat tersebut. Nama-nama mereka dan tanggal lahir tampaknya tertukar dalam sistem komputer yang digunakan Dinas Rahasia AS untuk memeriksa para pengunjung yang masuk ke Gedung Putih.

"Ada informasi yang didata dengan tidak benar," kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/10/2010).

"Kami tentu saja minta maaf atas ketidanyamanan itu. Saya yakin Departemen Luar Negeri juga telah melakukan panggilan telepon mengenai hal itu guna menyampaikan penyesalan kami atas kekeliruan tersebut," ujar Gibbs.

Akibat kekacauan data komputer tersebut, menurut CNN, sebanyak 30 diplomat awalnya ditolak masuk oleh staf keamanan. Para dubes dari Oman, Pakistan, Rusia, Arab Saudi termasuk mereka yang tak diizinkan masuk.

Mereka yang sabar menunggu, akhirnya bisa mengikuti acara tersebut. Namun beberapa diplomat yang kesal karena harus tertahan lama di luar gerbang Gedung Putih, memutuskan untuk pulang. Dubes Oman Hunaina Sultan al-Mughairy merupakan yang pertama meninggalkan Gedung Putih.

"Ini contoh bagaimana hal kecil bisa menjadi persoalan besar," ujar seorang dubes yang tidak diizinkan masuk. "Kebanyakan dubes bisa menerimanya namun beberapa dari mereka benar-benar tersinggung," cetusnya.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini