Presiden AS Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama menjadi tuan rumah sebuah acara diplomatik yang digelar di Gedung Putih pada Selasa, 5 Oktober malam waktu setempat. Acara penerimaan Chiefs of Mission and Charges d'Affaires tersebut merupakan acara tahunan yang populer di kalangan korps diplomatik.
Namun sejumlah duta besar (dubes) tak diizinkan masuk ke Gedung Putih untuk mengikuti acara tersebut. Mereka tertahan di luar Gedung Putih. Bahkan karena menunggu terlalu lama di luar gerbang, beberapa diplomat menyerah dan memilih pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada informasi yang didata dengan tidak benar," kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/10/2010).
"Kami tentu saja minta maaf atas ketidanyamanan itu. Saya yakin Departemen Luar Negeri juga telah melakukan panggilan telepon mengenai hal itu guna menyampaikan penyesalan kami atas kekeliruan tersebut," ujar Gibbs.
Akibat kekacauan data komputer tersebut, menurut CNN, sebanyak 30 diplomat awalnya ditolak masuk oleh staf keamanan. Para dubes dari Oman, Pakistan, Rusia, Arab Saudi termasuk mereka yang tak diizinkan masuk.
Mereka yang sabar menunggu, akhirnya bisa mengikuti acara tersebut. Namun beberapa diplomat yang kesal karena harus tertahan lama di luar gerbang Gedung Putih, memutuskan untuk pulang. Dubes Oman Hunaina Sultan al-Mughairy merupakan yang pertama meninggalkan Gedung Putih.
"Ini contoh bagaimana hal kecil bisa menjadi persoalan besar," ujar seorang dubes yang tidak diizinkan masuk. "Kebanyakan dubes bisa menerimanya namun beberapa dari mereka benar-benar tersinggung," cetusnya.
(ita/nrl)










































