Perkembangan Kemacetan Lebih Cepat Dibanding Antisipasi Pemerintah

Perkembangan Kemacetan Lebih Cepat Dibanding Antisipasi Pemerintah

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2010 14:12 WIB
Perkembangan Kemacetan Lebih Cepat Dibanding Antisipasi Pemerintah
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo belum bisa membenahi masalah transportasi angkutan masal di Jakarta. Langkah penanganan yang Foke ambil kalah cepat dibanding perkembangan masalah.

"Dari sudut angkutan masal, sebetulnya bila kita cepat, tidak akan sampai seperti ini situasinya. Kita kalah cepat dibanding masalah," ujar pengamat transportasi, Yayat Supriatna, usai diskusi di Gedung DPD Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010).

Menurut dia, saat ini masalah transportasi di Jakarta sudah sangat bertumpuk. Sayang sekali pemerintah terkesan masih terus menunda penyelesaiannya sehingga masalah yang sebenarnya bisa diatasi sejak awal kini terlanjur jadi sedemikian besar dan kompleks.

"Dalam mengatasi masalah saya melihat selalu ditunda, tidak jelas kenapa. Mungkin karena persoalan internal baik di masalah birokrasi, ataupun keberpihakan program. Terlihat tidak saling bersinergi antara satu institusi dengan institusi yang lain," jelasnya.

Selama kepemimpinan Foke ini lanjut Yayat, sebenarnya banyak sekali rencana percepatan angkutan masal yang sudah direncakan. "Tapi realisasinya ini yang sulit, maka itu mari didorong lebih cepat lagi, misalnya dengan pembenahan angkutan masal TransJakarta," kata Yayat.

Yayat mengerti, bila pembenahan transportasi ini, nantinya pemerintah akan berbenturan dengan pemilik kendaraan pribadi khususnya pengguna mobil yang merasa mobilitas mereka jadi terbatas. Tapi itulah tugas utama yang harus Foke selesaikan.

"Mari paksa orang untuk melakukan perubahan. Memang sulit berpindah dari moda pribadi ke angkutan masal. Tapi buat mereka yakin kala pemerintah bisa memperbaiki ini," katanya.

"Tapi dalam hal ini pemerintah harus melakukan dengan memberi tempo
setahun sambil terus menyempurnakan tranportasi masal itu. Pastinya mempercepat pengadaan bus dan menghidupkan jalur busway lebih banyak lagi," lanjut pria berkacamata ini.

Yayat yakin di sisa kepemimpinan Foke dua tahun ke depan, upaya penyempurnaan itu masih bisa dilakukan asalkan ada keberanian dan kemauan. Foke harus berani jujur mengatakan apa penyebab masalah ini, agar solusi terbaik dapat ditemukan.

"Pemerintah harus lebih berani dan terbuka menghadapi masalah ini daripada menutupinya yang ujungnya semakin orang tidak puas. Lakukan perubahan, karena itu masih bisa. Tapi harus tegas dan jelas, mana yang menjadi prioritas. Dan pastinya tetap menerima kritik dari
masyarakat," tandas Yayat.

Tepat tanggal 7 Oktober 2007, Gubernur Fauzi Bowo bersama Wagub Prijanto resmi menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Tepat 7 Oktober kamarin, Foke dan Prijanto genap 3 tahun memimpin Jakarta.
(lia/lh)


Berita Terkait