"Semua Polda diminta untuk memperketat pengamanan. Tidak hanya di polsek yang ada di perbatasan, tapi di semua polsek," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (8/10/2010).
Boy mengungkapkan, pihaknya tidak memfokuskan pengamanan di kantor polisi tertentu. Karena menurutnya, pelaku kriminal tidak mengenal siapa yang menjadi sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya sendiri telah mendata sejumlah kantor polisi yang rawan penyerangan. "Pemetaan daerah rawan ada," kata dia.
Namun, Boy enggan menyebutkan daerah rawan itu. "Itu data intelijen, tidak boleh disebutkan ke publik," ujarnya.
Kepolisian juga telah meningkatkan pola-pola pengamanan. "Ada standar operasioanl sudah diterapkan oleh anggota Polri," katanya.
Kapolri Jendral BHD saat memimpin serah terima jabatan 3 kapolda berpesan agar seluruh jajaran mewaspadai ancaman serangan terhadap kantor kepolisian. "Belakangan dinamika penyerangan markas kepolisiann kecenderungan meningkat. Dengan adanya tindakan tadi peran Polri yang haris mampu mengeleminir," ujar Kapolri.
Penyerangan pada kantor polisi yang mengejutkan terjadi di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, yang menewaskan 3 polisi. Mabes Polri berkeyakinan penyerangan itu terkait dengan penangkapan sejumlah tersangka teroris yang dilakukan sebelumnya. Aksi ini juga diduga terkait perampokan Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus 2010. Polisi Sumut saat ini masih mengejar gerombolan bersenjata yang bersembunyi di hutan.
(mei/nrl)











































