Demikian data posko Palang Merah Indonesia (PMI) Distrik Wasior yang diterima detikcom pukul 06.15 WIB, Jumat (8/10/2010).
Sekretaris PMI Daerah Papua Barat La Abidin mengatakan, ada 1.061 warga yang mengalami luka-luka akibat bencana alam tersebut. Pasien yang dirujuk ke Nabire dengan helikopter berjumlah sekitar 87 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abidin, tindakan yang dilakukan tim satuan penanggulangan bencana PMI saat ini adalah mencari korban yang tertimbun. Selain itu, mendata pengungsian dan penyemprotan vektor di lokasi mayat yang ditemukan.
"Karena mulai mengeluarkan bau menyengat dan dikhawatirkan menyebarkan wabah penyakit," ungkap Abidin.
Sementara itu, imbuhnya, arus pengungsian yang meninggalkan Wasior terus berlanjut. Umumnya, warga mengungsi ke kabupaten terdekat semisal Nabire dan Manokwari.
"Mereka pergi dengan menumpang kapal laut," tutup Abidin.
Pemerintah menetapkan tanggap darurat untuk bencana banjir di Wasior, Papua Barat, selama dua minggu. Setelah itu, baru memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi.
Dalam masa tanggap darurat ini, Gubernur Papua Barat dilarang untuk bepergian ke luar daerah demi memastikan penanganan korban banjir dapat berlangsung secara maksimal.
(irw/nrl)










































