Din tercatat sebagai pengurus pusat DPP Partai Golkar era 90-an. Ia pernah menduduki posisi Wasekjen Golkar sebelum memilih menjadi PNS pada tahun 1999.
"Karena yang mengundang Wakil Ketua MPR (Ketua DPP Partai Golkar Hajrianto Tohari), saya tidak boleh menolak. Tapi saya bersyukur malam ini bisa bersilaturahim ke markas Golkar di Slipi ini," ujar Din dalam halal bihalal yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din melanjutkan, ia merasa senang bisa kembali ceramah di podium yang tidak pernah diganti sejak masa kekuasaan Ketuab Dewan Pembina Golkar, mantan Presiden Soeharto.
"Tidak asing bagi saya, banyak perubahan di auditorium ini, tapi luasnya belum bertambah. Saya bersyukur lebih indah walaupun podiumnya tidak diganti-ganti," canda Din, kembali disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Din lalu membahas bajunya yang bernuansa merah, tidak kuning seperti sebagian besar hadirin acara ini. Ia mengaku sudah tidak punya setelan kemeja kuning.
"Saya mencari baju yang bernuansa kuning sudah hilang, yang ada cuma yang bernuansa merah," ujarnya.
Sedikit berubah menjadi serius, Din mengingatkan agar Partai Golkar menjaga soliditasnya. Ia mengenang masa kejayaan Golkar yang memiliki jaringan kuat sejak masa lalu.
"Banyak sekali sempalan Partai Golkar saya yakin kalau mereka menang karena ilmu Golkar yang mereka terapkan, Golkar adalah partai masa depan. Kali ini tidak perlu disambut tepuk tangan cukup dilaksanakan," kata Dien, namun masih saja disambut tepuk tangan seisi ruangan.
(van/irw)











































