Kemlu Telusuri Kabar Penangkapan Empat Nelayan RI di Malaysia

Kemlu Telusuri Kabar Penangkapan Empat Nelayan RI di Malaysia

- detikNews
Kamis, 07 Okt 2010 18:38 WIB
Kemlu Telusuri Kabar Penangkapan Empat Nelayan RI di Malaysia
Jakarta - Empat nelayan Indonesia yang sedang mencari ikan di perairan Indonesia dikabarkan ditangkap dan ditahan polisi Malaysia. Konsulat RI di Johor sedang mengupayakan untuk bertemu dengan empat nelayan malang itu.

“Ada nelayan kita yang ditahan oleh pihak Malaysia, bahkan pada saat ini pihak Konsultat Jenderal kita di Johor Baru sedang mengupayakan untuk bertemu dengan keempat nelayan kita tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Saat ini, menurut Marty, sedang dicari kepastian dimana lokasi dari kejadian penangkapan itu dilakukan. Bila memang ditangkap kepolisian Malaysia, maka lokasinya harusnya di wilayah perairan Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya. "Apakah itu terjadi di wilayah Indonesia atau di wilayah Malaysia. Ini tentu suatu yang sudah ada SOP-nya. Itu semua harus kita pahami sebelum kita mengambil langkah-langkah,” kata Marty.

Marty menjelaskan, komunikasi dengan pihak Malaysia sedang dilakukan, agar
nelayan yang ditangkap tersebut bisa dipenuhi hak-haknya. “Sedang berjalan, saat ini dengan pihak kedutaan dan Konsultat Jenderal sedang melakukan upaya untuk agar kita bisa mendapatkan akses menemui empat melayan itu,” imbuh pria berkacamata ini.

Saat dikonfirmasi, apakah keempat nelayan tersebut ditabrak oleh polisi laut Malaysia, Marty belum bisa memastikan. “Oh itu belum dapat dipastikan apa suasana atu situasi insiden itu. Apa ada pelanggaran wilayah atau ada insiden lainnya,” jawab Marty.

Dia berharap, solusi yang dicapai dalam kasus ini tentunya solusi akhir yang paling baik, yakni melalui adanya kepastian perbatasan. Sepanjang wilayah perbatasan RI-Malaysia saat ini memang belum bisa dipastikans ehingga insiden penangkapan akan terus terulang.


(anw/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini