Polisi Mesir Jaga Ketat Jalan Kairo-Arish

Perjalanan ke Jalur Gaza

Polisi Mesir Jaga Ketat Jalan Kairo-Arish

- detikNews
Kamis, 07 Okt 2010 17:16 WIB
Polisi Mesir Jaga Ketat Jalan Kairo-Arish
Arish - Pemerintah Mesir menjaga ketat seluruh jalan menuju Refah, perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza. Dari Kairo, ibu kota Mesir, hingga Kota Arish, ada 12 pos penjagaan yang harus dilewati.

Perjalanan ke Arish dari Kairo memakan waktu sekitar 6 jam dengan jarak sekitar 450 kilo meter. Pantauan detikcom, Selasa (5/10/2010), di jalan yang membelah Gurun Sinai ini, para polisi berjaga di setiap check point atau pos penjagaan.

Mereka memeriksa paspor dan semua surat-surat para pelintas. Jika ketahuan hendak pergi ke Jalur Gaza tanpa izin, maka orang tersebut dari awal sudah disuruh balik kanan kembali ke Cairo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda warga negara mana? Tujuannya mau ke mana? Bisa perlihatkan paspor Anda," ujar para polisi Mesir tersebut kepada orang-orang yang melintas.

Para polisi ini berseragam putih, berbaret hitam dan menenteng senapan AK-47. Di setiap pos minimal ada 5 hingga 10 personel polisi yang bersenjata lengkap. Mereka pun dilengkapi mobil patroli jenis SUV.

Memasuki Arish, penjagaan ketat juga terasa. Arish adalah kota pariwisata yang terkenal dengan keindahan pantainya. Arish terletak 40 km sebelum Refah dan Jalur Gaza. Di sana polisi menjaga ketat seluruh sudut kota.

Para polisi ini bahkan mengawal para pelintas yang mengaku turis ke hotel-hotel. Sebuah pengalaman yang cukup menarik juga ketika check in di hotel sambil ditunggui 3 polisi yang menyandang AK-47.

Detikcom mengikuti perjalanan ini bersama rombongan Komite Nasional Solidaritas untuk Palestina (KNRP) yang dipimpin DR Muqoddam. Rombongan KNRP melalui Mesir, berniat memberikan bantuan kepada masyarakat Gaza. Rombongan yang terdiri dari 6 orang ini juga berniat bergabung dengan sejumlah aktivis dari beberapa negara yang mencoba masuk ke Jalur Gaza melalui pelabuhan Latikia di Suriah. Rombongan ini pun masih tertahan di Suriah dan diperkirakan baru diizinkan meninggalkan Suriah pada Jumat (8/10) besok.
(rdf/vit)


Berita Terkait