Pria bernama Michael Benge tersebut telah dieksekusi dengan mendapat suntikan mati. Pria berumur 49 tahun itu dinyatakan meninggal pada Rabu, 6 Oktober pukul 10.34 waktu setempat.
Demikian disampaikan petugas-petugas penjara Ohio Department of Rehabilitation and Correction kepada kantor berita AFP, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat sebelum disuntik mati, Benge menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga korban.
Benge dieksekusi setelah Gubernur Ohio Ted Strickland menolak permohonan pengampunan yang diajukan Benge. Benge merupakan orang kedelapan yang dieksekusi di Ohio pada tahun 2010 ini.
Sebelumnya diberitakan bahwa hukuman mati di sejumlah negara bagian AS ditunda karena kelangkaan salah satu obat yang digunakan untuk menyuntik mati tahanan.
Obat tersebut, sodium thiopental merupakan anestesi yang digunakan untuk membuat terpidana mati tak sadarkan diri sesaat sebelum kematian mereka. Obat bius tersebut digunakan di 35 negara bagian AS, biasanya sebagai obat pertama dari tiga obat-obatan yang dipakai dalam proses suntikan mematikan tersebut.
Dua obat mematikan lainnya adalah pancuronium bromide yang melumpuhkan otot-otot terpidana mati dan menghentikan pernafasan serta obat potassium chloride yang menghentikan detak jantung.
Dua negara bagian: Ohio dan Washington, telah melakukan eksekusi dengan hanya menyuntikkan sodium thiopental dengan dosis lima gram.
(ita/nrl)











































