"Beberapa wilayah sudah mulai terlindungi dari banjir sejak adanya BKT," kataย Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Parno.
Hal itu ia katakan dalam 'Press Tour BKT Bersih, Masyarakat Sehat' di Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung, Buaran, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah lain yang masih terkena banjir, menurut Parno, terjadi karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
"Kalau di daerah lain seperti di Klender, itu karena drainasenya tidak berfungsi dengan baik. Pompa drainasenya mati jadi air menggenang," jelas dia.
Meskipun begitu, Parno mengakui keberadaan BKT belum sepenuhnya membantu mengatasi banjir. Sebab, pembangunan BKT sendiri belum rampung seratus persen. Tiga wilayah itu antara lain Malaka Sari, Rawa Bebek, dan Ujung Menteng.
"Masih ada tiga wilayah belum dikeruk sempurna. Panjangnya sekitar 1500 meter belum tergali sempurna," tuturnya.
Rencananya, pengerukan ini akan diselesaikan tahun 2011. Dana yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pengerukan ini sekitar Rp 500 miliar.
"Sementara untuk total dari awal pembangunan itu sekitar Rp 2,2 triliun. Itu sekitar ya, bisa naik bisa turun," ungkapnya.
Dalam kondisi saat ini, BKT mampu mengalirkan air sebanyak 100 meter kubik per detiknya.
"Rencananya kalau sudah tuntas pembangunannya bisa (mengalirkan) 390 meter kubik perdetik. Supaya semakin membantu mengatasi banjir," ungkapnya.
(ayu/lrn)











































