Salah satu alasannya, kasus yang mencuat saat Timur menjadi Kapolda Jabar itu melibatkan orang kuat. Namun Timur mengaku kasus itu sudah dilanjutkan dan ditangani sesuai prosedur.
"Saya kira semua penyidikan transparan, pada saat saya tinggalkan Polda Jabar dilanjutkan Pak Tarman (Irjen Pol Sutarman)," kata Timur di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira itu semua sudah bagian dari proses yang harus dilakukan," kata Timur.
Eka, bos perusahaan garmen Metro Garmin, ditemukan tewas di rumahnya di Sukasari, Bandung, pada 19 Mei 2010. Dia meninggal dengan luka jeratan di leher. Polisi yang melakukan pengusutan dinilai pihak keluarga tidak maksimal.
Bahkan pengacara keluarga, Yunadi, menyebut Timur yang saat itu menjadi Kapolda meminta keluarga tidak bercerita kepada media dengan janji akan segera diusut. Namun hingga kini kasus tidak juga terungkap.
Pengacara tidak menampik kalau misteri di balik pembunuhan itu melibatkan pihak-pihak tertentu yang dia sinyalir merupakan orang kuat.
(ndr/nrl)











































