Demikian pernyataan badan pangan dan pertanian PBB, Food and Agriculture Organization (FAO), seperti disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin kepada detikcom, Kamis (7/10/2010).
Meskipun demikian, FAO juga mencatat bahwa di banyak negara terjadi perbaikan positif terhadap upaya konservasi diversitas biologi hutan melalui penyediaan area konservasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal menarik dari laporan FRA 2010 adalah dalam kurun waktu 2000 sampai 2010 sekitar 13 juta hektar per tahun terjadi perubahan hutan menjadi peruntukan lain, atau mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Ini berarti terjadi penurunan kerusakan sekitar 3 juta hektar per tahun dibandingkan dengan kondisi yang terjadi tahun 1990-an, di mana kerusakan hutan saat itu mencapai sekitar 16 juta hektar per tahun.
Berdasarkan urutan tingkat kehilangan hutan primer maka Amerika Selatan menempati posisi pertama diikuti oleh wilayah Afrika dan Asia.
Selanjutnya FAO juga melaporkan bahwa sejak tahun 1990 penyediaan hutan untuk konservasi diversitas biologi hutan meningkat lebih dari 95 juta hektar. Sekitar 46% terjadi pada 2000β2005 dan untuk saat sekarang 12% dari hutan dunia atau setara dengan 460 juta hektar diperuntukan bagi konservasi diversitas biologi hutan.
Asisten Direktur Jenderal FAO yang menangani tentang kehutanan, Eduardo Rojas, mengatakan bahwa hutan dunia merupakan sumber penting bagi diversitas biologi hutan.
"Biodiversitas ini merupakan harta karun penting khususnya tidak hanya bagi sumber adaptasi, tapi juga sumber mitigasi terhadap perubahan lingkungan global," demikian Rojas.
Sebagai informasi FAO setiap 2 tahun sekali mengadakan pertemuan Committee on Forestry (COFO) yang membahas berbagai hal terkait dengan persoalan hutan dunia. Untuk tahun ini COFO mengambil tema Forest and Sustainable Development (Hutan dan Pembangunan Berkelanjutan, red).
Delegasi Indonesia pada pertemuan ini diwakili dari Kementerian Kehutanan dan unsur KBRI Roma dengan dipimpin oleh Penasehat Senior Menteri Kehutanan Dr. Boen M. Purnama, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen Kementerian Kehutanan. (es/es)











































