"Semua kasus yang dilakukan penyidikannya itu dasarnya dari alat bukti dan keterangan saksi. Kalau alat bukti dan keterangan saksi cukup, akan kita tuntaskan," kata Sutarman.
Hal ini disampaikan Sutarman usai acara pisah sambut Kapolda Metro di Balai Pertemuan Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/10/10).
Sutarman mengatakan akan meningkatkan peran intelijen. "Kalau itu (intelijen) lemah, kita naikkan. Tetapi itu kita belum tahu persis sehingga Babinkamtibmas juga merupakan mata rantai kita untuk melakukan deteksi," ujar dia.
Eks Kapolda Jawa Barat ini juga akan mengaktifkan peran Babinkamtibmas untuk mengantisipasi terorisme.
"Kita mulai dari preemtif. Kita akan lihat Babinkamtibmas apakah ada di pos masing-masing, kita aktifkan Babinkamtibmas untuk ada di Kelurahan. Dia yang akan menguasai lingkungan itu," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Sutarman memaparkan persiapannya menangkapi preman. Persiapannya, ia akan mencermati situasi dan kondisi baik di dalam maupun di luar.
"Saya masih mencermati ke dalam untuk langkah-langkah ke depan.
apa yang menjadi kemauan masyarakat kita dahulukan seperti, macet bukan hanya urusan polisi tetapi urusan banyak kalangan. Jadi apa yang dirasakan masyarakat sekarang tidak nyaman terhadap situasi Kamtibmas itu harus kita benahi," kata Sutarman.
Apakah preman yang menguasai lahan tempat hiburan juga ditertibkan? "Apa pun anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran kita akan lakukan tindakan hukum," jawab dia.
Sutarman menambahkan pihaknya akan bermitra dengan masyarakat dan tokoh-tokoh agama serta alim ulama guna mengatasi masalah-masalah SARA.
Untuk peredaran senpi ilegal, kata dia, harus dilakukan penyelidikan. "Namanya ilegal, itu pasti akan ada terus," cetus dia.
Sutarman mengawali karier polisi sebagai Kasatlantas Polres Bandung di Polwil Priangan. Lalu menjadi Kapolsek Dayeuhkolot, Kasatlantas Polres Sumedang, lalu dimutasi ke Polda Metro Jaya, Nusa Tenggara, Sumsel dan Direskrim Polda Jatim.
Pada tahun 2000, Sutarman menjadi ajudan Presiden RI, Kapolda Kepri, Kaselapa Lemdiklat Polri, Kapolda Jabar, lalu sekarang Kapolda Metro Jaya.
Sutarman menggantikan Timur Pradopo yang hanya beberapa bulan menjadi Kapolda Metro Jaya. Timur selanjutnya menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, dan akan mengikuti fit and proper test Kapolri di DPR.
(aan/nrl)











































