Pakar Geologi 11 Negara Bahas Perubahan Iklim di Yogya

Pakar Geologi 11 Negara Bahas Perubahan Iklim di Yogya

- detikNews
Kamis, 07 Okt 2010 14:45 WIB
Pakar Geologi 11 Negara Bahas Perubahan Iklim di Yogya
Yogyakarta - Sekitar 50 orang pakar geologi dari 11 negara mengikuti konferensi internasional di Yogyakarta. Mereka akan membahas perkembangan gunung api dan geologi lainnya berdasarkan pada paleoclimate. Sebab terjadinya perubahan iklim dan pergerakan bumi sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu dan sudah menjadi siklus.

"Perubahan iklim juga pernah terjadi pada jaman purba, sekitar 600 juta tahun yang lalu itu bisa menjadi studi yang mendasari perubahan-perubahan pada zaman sekarang," kata kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), R. Sukhyar kepada wartawan usai membuka konferensi IGCP (International Geoscience Programme) di Hotel Phoenix, Jl Sudirman, Yogyakarta, Kamis (7/10/2010).

Menurut dia, perubahan iklim seperti yang terjadi saat ini sebenarnya juga pernah terjadi pada masa lampau jutaan tahun yang lalu. Hanya saja perbedaan bila dikaitkan dengan umur manusia. Umur proses geologi ini lebih tua dibandingkan dengan keberadaan manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian perubahan iklim itu bisa jadi pernah ada sebelumnya dan akan berulang lagi seperti saat ini. Hanya saja dulu belum ada manusia dan sekarang sudah ada manusia serta industri. Ada siklusnya yang bisa positif atau negatif," katanya.

Sementara itu Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerin ESDM,  Ahmad
Djumarma Wirakusuma, mengatakan konferensi internasional selama 4 hari itu dihadiri sebanyak 50 pakar geologi dari 11 negara. Para pakar geologi itu berasal dari Jepang, Korea Selatan, India, Pakistan, Cina, Rusia, Swedia, Mongolia, Filipina dan tuan rumah Indonesia.

Para pakar geologi dunia itu sering datang ke Indonesia karena sumber daya geologi di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia dan paling banyak dikaji. Mereka akan membahas perkembangan gunung api berdasarkan pada paleoclimate.

"Mereka akan kita ajak ke kawasan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, yang merupakan laboratorium alam geologi yang lengkap di dunia," kata Ade, panggilan
akrab Ahmad Djumarma.

(bgs/nrl)


Berita Terkait