Demikian papar Ruhut Sitompul mengenai keputusannya mendukung rencana pengajuan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR atas pertemuan mereka dengan Timur Pradopo. Politisi dari FPD ini ikut menandatangani pernyataan dukungan mosi tidak percaya.
"Dari dulu tidak ada pimpinan DPR yang seperti begini. Pimpinan DPR kok mengambil tugas Komisi III DPR," keluh Ruhut di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kebersamaan masa kita tidak ikut. Nggak masalah ada Pak Marzuki kan semua fraksi di Komisi III DPR protes, kan yang neken ada PD, PDIP, ada Golkar," ujar Ruhut sambil tertawa.
Menurut Ruhut, sikap tegas Komisi III diperlukan kali ini. Ruhut berharap mosi tidak percaya ini bisa menyadarkan pimpinan DPR.
"Kaya lagu dangdut, 'kau yang memulai kami yang mengakhiri'," sambungnya sambil tertawa.
Pimpinan DPR mengadakan pertemuan dengan calon Kapolri, Komjen Pol Timur Pradopo pada Rabu (6/10) pekan ini. Pemanggilan tersebut ini menuai kritik keras anggota Komisi III DPR.
Anggota Komisi III DPR dari FPDIP, Gayus Lumbuun, mengkritik keras sikap pimpinan DPR. Gayus menilai sikap tidak lazim pimpinan DPR ini memicu kecurigaan publik.
Senada dengan Gayus, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai bahwa sikap Pimpinan DPR telah menunjukkan pandangan negatif publik. Pimpinan DPR dianggap telah mencuri start sebelum fit and proper test calon Kapolri digelar.
Siang tadi anggota Komisi III DPR menandatangani mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR. Pimpinan DPR juga sudah menanggapi mosi tidak percaya tersebut.
"Itu aneh-aneh, orang yang mengajukan itu hebat-hebat tapi kurang tenggang rasa," keluh Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.
(van/lh)











































