Pulau Ular yang berhadapan langsung dengan Pulau Gili Banta dan Pulau Sangiang dan berbentuk kapal selam ini dihuni oleh berbagai jenis ular yang akrab dengan manusia. "Tempatnya bagus dan mengagumkan,"ujar Hanin ketika dihubungi detikcom, Kamis (7/10/2010).
"Pulau ular seperti pulau tak berpenghuni, hanya ada ular dengan berbagai jenis di sana," timpal Yudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Lakey yang terletak di Kecamatan Huu yang terkenal sebagai lokasi berselancar terbaik dunia. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih dengan kawasan perairan yang sangat bagus untuk selancar. "Menakjubkan, waktu pertama kali melihatnya. pantai ini memang benar-benar surga bagi pecinta surfing. Ombaknya besar dan bagus sekali," ujar Hanin.
"Ombaknya memang bagus untuk surfing. Sayangnya aku gak surfing, karena gak bisa. Jadi cuma lihat-lihat surfer saja," timpal Hadi sambil tertawa.
"Mereka yang datang ke sini memang hanya untuk surfing saja," tutur Hanin, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia di Malaysia.
Dengan ke kaguman akan keindahan ombak Pantai Lakey, terbersit rasa penasaran di antara keduanya. "Yang datang ke sini bule-bule semua. Gak ada orang lokalnya yang saya lihat," lanjutnya.
"Apa iya yang tahu tempat ini hanya bule-bule pecinta surfing?" timpal Hanin.
Perjalanan Yudi dan Hanin serta peserta ACI lainnya dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.
(tbs/tbs)











































