Dalam insiden ini, Pakistan awalnya melaporkan bahwa tiga tentaranya tewas dan tiga lainnya terluka. Namun juru bicara pasukan perbatasan Pakistan, Frontier Corps, Mayor Fazlur Rehman mengatakan, salah seorang tentara yang awalnya dilaporkan tewas ternyata selamat.
"Kami menyampaikan permintaan maaf paling mendalam kami ke Pakistan dan keluarga Frontier Scouts yang tewas dan terluka," kata Duta Besar AS untuk Pakistan, Anne Patterson seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan maaf itu disampaikan AS menyusul penyelidikan bersama yang dilakukan AS dan Pakistan.
Sebelum serangan helikopter AS tersebut, tentara-tentara Pakistan itu menembak ke arah dua heli AS. Menurut tim penyelidik, tembakan peringatan itu semata-mata dimaksudkan untuk memberitahu pilot AS mengenai keberadaan mereka.
"Kami yakin penjaga perbatasan Pakistan cuma menembakkan tembakan peringatan setelah mendengar pertempuran senjata di dekatnya dan mendengar helikopter-helikopter terbang di sekitar," kata Brigjen Angkatan Udara AS Tim Zadalis, pejabat tinggi NATO yang memimpin penyelidikan tersebut.
"Peristiwa tragis ini seharusnya bisa dihindari dengan koordinasi pasukan koalisi yang lebih baik dengan militer Pakistan," tegasnya.
(ita/nrl)











































