DPR Akan Panggil Menlu Soal Penundaan Presiden ke Belanda

DPR Akan Panggil Menlu Soal Penundaan Presiden ke Belanda

- detikNews
Kamis, 07 Okt 2010 11:07 WIB
DPR Akan Panggil Menlu Soal Penundaan Presiden ke Belanda
Jakarta - Komisi I DPR akan memanggil Menlu Marty Natalegawa untuk dimintai keterangan terkait penundaan kunjungan Presiden SBY ke Belanda. Komisi tidak mau kedaulatan Indonesia diganggu gugat dengan bentuk intervensi Belanda terkait proses hukum RMS di pengadilan Belanda.

"Rencananya pekan depan kami akan memanggil Menlu untuk dimintai keterangan terkait detail pembatalan kunjungan SBY ke Belanda," ujar Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Mahfudz menuturkan, Komisi perlu mengetahui permasalahan sebenarnya yang membuat Presiden menunda kunjungannya ke Belanda. Apalagi ada kabar bahwa Presiden digugat oleh RMS di Belanda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mau cerita sebenarnya seperti apa, dan soal pengakuan Pemerintah Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia," terang Mahfudz.

Lebih dari itu, kata Mahfudz, Komisi juga ingin mempertanyakan soal adanya penerbangan Ambon-Amsterdam. Mahfudz khawatir penerbangan ini yang menghubungkan RMS dengan Belanda.

"RMS pasti belajar dari pola GAM, ini yang harus kita pertanyakan," terang Mahfudz.

Kedatangan Obama

Selain itu, Mahfudz menuturkan, dalam kunjungan tersebut rencananya Komisi juga akan mempertanyakan rencana kedatangan Presiden AS, Barrack Obama, ke Indonesia. Komisi ingin memastikan apakah kunjungan Obama yang dijadwalkan akhir tahun 2010.

"Terakhir ini, soal kedatangan Obama yang sangat memperhatikan separatisme di Papua. Kami mau minta penjelasan kenapa AS menyinggung-nyinggung Papua," ujar Mahfudz.

Sebelumnya, Presiden SBY mendadak menunda kunjungannya ke Belanda saat sebagian rombongan kepresidenan sudah naik pesawat. Presiden tidak terima, jika pada saat kunjungan atas undangan Belanda, bersamaan pula digelar pengadilan yang menuntut penangkapan dirinya. SBY menyebut ini demi harga diri bangsa.

(van/lrn)


Berita Terkait