"Perlu diluruskan bahwa dalam pemanggilan calon Kapolri kemarin hanya ramah tamah
dengan pimpinan DPR. Pimpinan DPR tidak membahas substansi fit and proper test,
hanya silaturahmi," ujar Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, kepada detikcom, Kamis (7/10/2010).
Menurut Taufik, dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan terkait prestasi-prestasi Komjen Timur. Taufik juga menuturkan bahwa pimpinan DPR punya hak bersilaturahmi dengan pejabat Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tentang nama kapolri," tutur Taufik.
Pembicaraan terkait fit and proper test muncul karena Komjen Timur mempertanyakan
jadwal fit and proper test calon kapolri. Pimpinan DPR pun menjelaskan bahwa fit and proper test akan digelar pekan depan.
"Dalam kaitan pembahasan yang kemarin, kita menyampaikan kepada Pak Timur bahwa pasca Paripurna nanti siang nama beliau masuk rapat Bamus," terang Taufik.
Sedangkan jika tidak ada perubahan jadwal, Taufik menambahkan, fit and proper test
kepada Timur akan digelar Selasa pekan depan. Timur pun menuturkan akan mempersiapkan diri.
"Hari Selasa akan dilakukan fit and proper test di Komisi III. Pak Timur akan mengikuti prosedurnya di Komisi III," jelas Taufik.
Pernyataan Taufik ini menanggapi keluhan sejumlah anggota DPR terkait pemanggilan
calon kapolri oleh pimpinan DPR. Pimpinan DPR dinilai telah melakukan langkah yang
tidak semestinya.
Anggota Komisi III DPR dari FPDIP Gayus Lumbuun mengkritik keras sikap pimpinan DPR. Gayus menilai sikap tidak lazim pimpinan DPR ini memicu kecurigaan publik.
Senada dengan Gayus, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai bahwa sikap Pimpinan DPR telah menunjukkan pandangan negatif publik. Pimpinan DPR dianggap telah mencuri start sebelum fit and proper test calon kapolri digelar.
(van/vit)











































