"Kita masih tetap melakukan penyisiran. Kita masih bekerja," ujar Kapolres Karo AKBP Agung Prasetyoko saat dihubungi detikcom, Kamis (7/10/2010).
Agung mengatakan, awalnya Polsek Simpang Empat menerima laporan dari seorang turis yang hendak naik ke Gunung Sinabung pada Rabu 6 Oktober sore. Namun niat turis tersebut pun terhenti karena mendengar suara letusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polsek Simpang Empat beserta Polres Karo berkoordinasi dengan Kodim untuk menelusuri lokasi letusan tersebut. Total sekitar 45 personel Polri dan Kodim dikerahkan untuk menyisir lokasi.
"Polri 30, Kodim 15 orang. Kita lidik lokasi," ungkapnya.
Sebelumnya Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno menyatakan mendapatkan informasi ada suara rentetan senjata di sekitar kawasan Gunung Sinabung. Namun Oegroseno masih belum mengatahui apakah rentetan senjata tersebut terkait dengan jaringan teroris atau bukan.
Penyisiran pun sudah dilakukan sejak semalam. Setelah menerima laporan warga yang mendengar suara rentetan tembakan, Polres Karo dibantu Pasi Intel Kodim 0205/TK dan sejumlah perwira menyisir hutan di Gunung Sinabung.
Masih belum jelas tepatnya di daerah mana adanya rentetan senjata tersebut, namun penyisiran dilakukan di lokasi yang diduga sebagai tempat pelatihan sekelompok bersenjata. Lokasi tersebut memiliki jarak 3 km dari Danau Lau Kawar.
(gus/nrl)











































