"Paling tidak, sebelum masanya habis, 12 koridor busway harus rampung digarap lengkap dengan feedernya. Mass Rapid Transit (MRT) harus sudah dimulai pembangunan fisiknya," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/10/2010).
Bidang transportasi lainnya yang menjadi sorotan politisi Kebon Sirih adalah tiang monorel yang hingga saat ini mangkrak pembangunannya dan menjadi tugu tak bertuan di tengah Ibukota. Pembangunan monorel harus terus dilanjutkan karena itu bagian dari sistem transportasi untuk mengatasi kemacetan di Ibukota yang sudah akut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Pemprov DKI akan mengaktifkan koridor IX (Cililitan-Pluit) dan X (Cililitan-Tanjung Priok) bus TransJakarta pada tahun 2010 ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menambah 5 koridor lagi.
Pada tahun 2012, Foke menargetkan jumlah koridor busway akan meningkat. Dari 10 koridor saat ini, akan menjadi 15 koridor pada tahun 2012. Dengan peningkatan jumlah koridor, pengguna kendaraan pribadi diharapkan beralih ke transportasi umum.
Koridor XI dan XII masih dalam perencanaan. Koridor XIII akan beroperasi di jalur Bekasi-Kalimalang. Sedangkan Koridor XIV, diperuntukkan untuk jalur Universitas Indonesia-Pasar Minggu-Manggarai. Kemudian Koridor XV, adalah jalur Blok M-Ciledug.
Sedangkan terkait banjir yang sampai saat ini menghantui warganya, Fauzi atau yang biasa dipanggil Foke diminta untuk segera membuat kerjasama dengan Pemprov Jawa Barat untuk membuat waduk hulu di Depok. Waduk tersebut nantinya berfungsi penampung banjir kiriman dari Bogor yang sampai saat ini terus membanjiri warga yang tinggal di bantaran kali.
"Selain itu untuk mengatasi genangan yang timbul saat hujan, sistem drainase perlu diperbaiki. Pengerukan 13 sungai besar yang ada di Jakarta harus segera dilakukan agar genangan bisa dialirkan ke sungai," terangnya.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, Foke akan dinilai berhasil dalam menciptakan kondisi yang lebih bagi warga Ibukota. "Itu akan jadi kredit poin untuk pemimpin yang sekarang," imbuhnya.
Meski dirasa kurang, Sani juga memberi apreasiasi atas kinerja Foke dan Pri selama tiga tahun memimpin Ibukota. Keduanya dinilai mampu memperbaiki sistem birokrasi di tubuh Pemprov DKI, salah satunya dengan melakukan perampingan di satuan Perangkat kerja daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI.
"Diterapkannya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk para PNS DKI juga hal positif, karena itu bisa mengurangi honor-honor dan tunjangan yang justru membebani APBD. Selain itu, TKD juga bentuk reward dan punishment bagi PNS. Kalau kerjanya bagus, TKD besar kalau kinerja kurang baik bisa tidak dapat TKD," tutup politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sebelumnya Assisten Sekda Bidang Perekonomian dan Administrasi Hasan Basri mengakui selama kurun waktu 3 tahun kepemimpinan Foke, hanya mampu menambah dan mengoperasikan 1 koridor, Koridor VIII (Harmoni-Lebak Bulus).
"Ya memang hanya satu koridor, tapi jangan dilihat pada berapa koridornya, tapi berapa penumpang yang mampu diangkut. Sekarang ada sudah ada peningkatan pengguna Busway," ujar Assisten Sekda Bidang Perekonomian dan Administrasi Hasan saat jumpa pers di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan.
Menurut Hasan, sejak adanya sterilisasi penumpang busway mencapai 210 ribu rata-rata per hari. Angka ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena sebelum disterilkan, penumpang busway berkisar 148 ribu perhari.
"Akhir tahun ini koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Cililitan-Tanjung) akan mulai dioperasikan. Untuk dua koridor itu kita sediakan 139 bus, 26 di antaranya bus gandeng," imbuhnya. (her/nwk)











































