Emisi Karbon, Eropa & Amerika Hanya Salahkan Negara Berkembang

Emisi Karbon, Eropa & Amerika Hanya Salahkan Negara Berkembang

- detikNews
Kamis, 07 Okt 2010 00:01 WIB
Pekanbaru - Persoalan pengurangan emisi karbon, negara Eropa dan Amerika hanya pandai menyalahkan negara berkembang yang  dituntut untuk tidak melakukan penambangan hutan. Padahal di satu sisi sejumlah negara di Eropa dan Amerika justru penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan, Kepala Sektor Kehutanan Pemerintah, Sabah, Malaysia, Cristopher kepada wartawan, Rabu (06/10/2010) dalam kunjungan kerjanya bersama rombongan perwakilan negara Asean, ke Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, di Riau.

Perwakilan negara Asean ini mengikuti work shop bertema 'Options for carbon financing to support peatland management ' (opsi pembiakan karbon untuk mendukung pengelolaan gambut) yang diselenggarakan di Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita menginginkan jangan hanya negara berkembang dijadikan sasaran agar tidak menebang hutan, dan menjaga karbonnya. Padahal negara Eropa dan Amerika itu justru penghasil emisi karbon terbesar di dunia,” kata Christopher.

Dia juga menyebut, selama ini negara-negara Eropa dan Amerika hanya tahu menuntut dan menyalahkan negara berkembang melalui pihak-pihak lain agar tidak menebang hutan dan mengambil kayunya.

“Negara maju hanya tahu menuntut tanpa memberikan biaya sebagai kompensasi bagi negara berkembang untuk memelihara hutannya,” katanya.

Dia menyebut, 20 peserta dari negara ASEAN dalam kunjungan ke Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang dikelola Sinar Mas tersebut, guna sharing pengetahuan tentang pengelolaan hutan gambut.

“Kegiatan kami ini untuk melihat pengelolaan gambut dia real hutan tanaman industri perusahaan Sinar Mas dan Cagar Biosfernya. Kami juga ingin mengetahui penaggulangannya, serta melihat areal konservasi yang dikelola dengan water management sistemnya, terutama sekali yaitu rencana pengelolaan karbon yang sedang hangat dibicarakan di dunia internasional saat ini,” kata Christopher.

Sementara itu Humas Sinar Mas Nurul Huda menjelaskan, bahwa pihaknya akan tetap menjaga Cagar Biosfer Giam Siak Kecil sebagai kandungan karbon yang cukup banyak.

”Kita telah menunjukkan komitmen di kawasan gambut Semenanjung Kampar dengan menyerahkan lahan kita seluas 15.600 hektar dijadikan kawasan karbon.

“Izin yang diberikan pemerintah di kawasan Semenanjung Kampar tidak kami jadikan hutan produksi (tidak ditebang), namun kami jadikan kawasan karbon,” kata Nurul kepada detikcom.

(cha/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini