"Berkaitan dengan peranan Pak Hari Sabarno," ujar Oentarto usai diperiksa di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2010).
Oentarto mengaku menceritakan seluruh hal yang diketahuinya. Ia juga siap membantu KPK agar kasus ini benar-benar selesai hingga tuntas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPK sudah tahu apa yang harus diperbuat, sudah punya strategi khusus, rencana, pengetahuan keahlian yang memadai untuk menentukan siapa yang salah," papar Oentarto.
Oentarto tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Ia baru keluar gedung pukul 20.00 WIB. Dengan sedikit bercanda, ia menyebut lamanya pemeriksaan karena komputer di ruang penyidikan KPK sedang ngadat.
Kondisi Oentarto sendiri saat ini cukup memprihatinkan. Dengan umurnya yang terbilang uzur, ia masih harus meringkuk di tahanan LP Cipinang. Bahkan untuk berjalan saja, ia harus dibantu oleh pengawal tahanan KPK.
"Iya saya sedang sakit kakinya," ujar Oentarto yang terlihat membawa koper coklat.
Kasus ini sudah banyak menyeret Kepala Daerah di Indonesia. Lewat telegram Mendagri, setiap kepala daerah diharuskan mengadakan pengadaan mobil damkar yang spesifikasinya mengarah kepada merek perusahaan milik Hengky Samuel Daud. Hengky sendiri, yang telah divonis oleh Pengadilan Tipikor, sudah meninggal dunia.
(mok/gah)











































