"Untuk bisa mengatasi premanisme ini memang kita harus berani dan rela berkorban sebagai pemimpin," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dalam diskusi di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2010).
Menurutnya langkah-langkah berani yang diambil pemimpin dalam menuntaskan aksi kelompok preman, tidak melulu keputusan yang populer. Bila perlu menghadapi aksi para preman itu dengan kekuatan aparat keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kita harus berani dan unggul kalau kita mau punya wibawa di depan kelompok-kelompok ini. Perlu dilakukan penambahan aparat, lakukan law inforcement. Jangan sampai terus berkembang (kelompok preman)," tegasnya.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Yos ini, sejak reformasi pada 1998 perilaku masyarakat sudah mulai berubah. Kalau dulu, masyarakat Indonesia dikenal ramah, sejak reformasi berubah menjadi lebih brutal.
"Salah mengartikan demokrasi. Menjarah, bunuh orang, itu seperti hal yang biasa," kata dia.
(ayu/lh)











































