Tanggap Darurat Banjir di Wasior Dua Minggu

Tanggap Darurat Banjir di Wasior Dua Minggu

- detikNews
Rabu, 06 Okt 2010 17:55 WIB
Tanggap Darurat Banjir di Wasior Dua Minggu
Jakarta - Pemerintah menetapkan tanggap darurat untuk bencana banjir di Wasior, Papua Barat selama dua minggu. Setelah itu, baru memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi.

"Tanggap darurat selama dua minggu. Nanti setelah keadaan tanggap darurat selesai, dibersihkan, lalu kemudian tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Menko Kesra Agung Laksono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (6/10/2010).

Dalam masa tanggap darurat ini, Gubernur Papua Barat dilarang untuk bepergian ke luar daerah demi memastikan penanganan korban banjir dapat berlangsung secara maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gubernur kita instruksikan tidak boleh kemana mana, dan hari ini Kepala BNPB akan berusaha masuk lokasi dengan helikopter. Saya akan kesana kalau enggak Sabtu Minggu, setelah diharapkan runway-nya bersih, dari situ kemudian kita lihat kemungkinan Presiden datang," ujarnya.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan timnya dengan membawa
obat-obatan. Sementara Kementerian Sosial sudah mengirimkan tenda, tempat tidur, tilam, dan sebagainya.

Dalam dua minggu tanggap darurat tersebut, telah disiapkan sejumlah dana untuk bantuan awal. Selebihnya, akan disalurkan menyusul dan disesuaikan dengan kebutuhan.

"Yang sudah dikirim Rp 300 juta, dan hari ini akan ditambah lagi oleh Kepala
BNPB, mungkin sekitar Rp500 juta, juga tentunya bantuan dari Pemprov sendiri dan bantuan barang-barang yang bisa dipakai."

"Kalau uang saja disana bisa belanja apa. Sekarang bagaimana pengangkutan bantuan dari Jakarta ke sana termasuk bantuan dari Presiden, yang mungkin lebih besar," imbuh politisi Partai Golkar ini.

Setelah selesai tanggap darurat, baru akan hitung apa saja kebutuhan kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi.

Agung menambahkan, untuk seluruh biaya perawatan korban semua ditanggung
pemerintah. Sementara santunan untuk yang meninggal sampai saat ini masih
dipikirkan angkanya berapa.

"Yang meninggal tentu kami akan pikirkan, tapi saya belum bisa menyebutkan
angkanya. Kita pikirkan angkanya," tutup Agung.

(anw/gun)


Berita Terkait