Dari CCTV, Polsek Tambora melihat dua orang yang berboncengan naik sepeda motor berhenti di SPBU tersebut. Satu orang yang diduga perempuan itu turun dengan memakai helm sambil membawa tas berwarna coklat.
"Tas tersebut sama dengan yang digunakan untuk menaruh bayi," kata Kapolsek Tambora Kompol Heri Dian saat dihubungi wartawan, Rabu (6/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Heri, bayi itu diperkirakan lahir dua jam sebelum ditemukan. Polsek Tambora langsung melakukan penyisiran ke seluruh klinik kebidanan dan Puskesmas di Tambora seusai mendapat laporan penemuan bayi tersebut.
"Tapi tidak ada laporan bahwa pagi itu ada perempuan yang melahirkan. Ini dimungkinkan, perempuan ini lahirannya di luar Tambora," sambung Heri.
Kini kepolisian terus mengumpulkan informasi untuk mengejar orang yang telah membuang bayi malang tersebut.
Bayi prematur yang dibuang di SPBU Tambora itu memiliki tinggi 40 cm dan berat 1,95 kg. Bayi mungil tersebut ditemukan oleh staf SPBU sekitar pukul 07.45 WIB. Bayi itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kaos penuh darah dan dimasukkan dalam tas coklat. Tas itu tergantung di toilet SPBU.
Menurut petugas Puskesmas Tambora, saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan kedinginan. Suhu badan bayi itu 35 derajat dengan panjang tali pusar 10 cm. Oleh dokter Puskesmas, tali pusar itu langsung dipotong.
Dokter Puskesmas Tambora mendiagnosa awal bayi prematur itu dalam keadaan sehat. Meski demikian, bayi itu tetap dimasukkan ke dalam inkubator akibat lahir prematur.
Untuk sementara bayi akan dirawat hingga sehat di Puskesmas itu. Selanjutnya bayi akan diserahkan ke suku dinas sosial setempat.
(vit/ken)











































