Acara perpisahan dengan Hendarman ini digelar di Sasana Andrawina Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2010). Hampir semua jajaran pejabat dan staf Kejaksaan hadir dalam acara ini, mulai dari para Jaksa Agung Muda (JAM), para Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia, beberapa Kepala Kejaksaan Negeri hingga para jaksa yang ada di lingkungan Kejagung.
Hendarman yang mengenakan kemeja batik warna krem keemasan tampak sumingrah duduk dalam satu meja dengan para JAM dan juga pelaksana tugas Jaksa Agung Darmono. Setelah diselingi sejumlah acara hiburan, Hendarman pun didaulat memberikan sambutan dan kata-kata perpisahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendarman lalu mengungkapkan jika ia menjabat sebagai Jaksa Agung selama 3 tahun 4 bulan 15 hari. Dia berpesan, agar penerusnya mampu melakukan perbaikan institusi Kejaksaan yang telah dirintisnya.
Hendarman menuturkan, berdasarkan putusan presiden, tugas dan tanggung jawab dirinya selaku Jaksa Agung telah selesai. Selanjutnya, tugas dan fungsi dirinya akan diemban oleh Darmono selaku pelaksana tugas Jaksa Agung.
"Bagi saya, saya ikhlas meninggalkan jabatan ini. Saya serahkan pada jajaran Kejaksaan dan Allah SWT. Saya bukan hanya ikhlas 100 persen tapi 2000 persen," ucapnya.
Hendarman pun sedikit flashback pada awal dirinya menjabat sebagai Jaksa Agung. Usai dilantik pada 10 Mei 2007, Hendarman bercerita jika dirinya memiliki visi dan misi yang dipegang teguh, yakni integritas, kredibilitas, intelektualitas dan disiplin dalam bentuk praktek yang senyata-nyatanya.
Namun yang terjadi selanjutnya adalah banyak kasus yang terjadi dan membuat suasana di Kejaksaan menjadi seperti tsunami. Namun, baginya hal seperti itu menjadi ujian untuk mempersiapkan mental dalam menghadapi masalah.
Hendarman lalu menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Kejaksaan, jika saat dirinya menjabat ada kebijakan dan tutur kata yang tidak pas.
"Di hari ini kepada bapak dan ibu sekalian, saya dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan maaf. Ucapan lisan atau tertulis saya lakukan demi masa depan institusi, demi keadilan yang hidup di masyarakat," katanya.
"Saya sudah berjuang semaksimal mungkin tanpa mendahulukan kepentingan pribadi saya," tambahnya.
(nvc/gun)











































