Alasan pengusiran, karena anggota Dewan kecewa dengan salah satu pernyataan Hartati yang menimbulkan kesan multitafsir yaitu "supaya DPR dan saya enak". Ketua Komisi II DPR Khaeruman Harahap menjelaskan, setiap tamu yang diundang rapat harus berlaku tertib. Selain itu, jangan memberi pernyataan yang bisa memberi citra negatif bagi DPR.
"Kita mempersoalkan perkataan soal 'supaya DPR dan saya enak'. Dari pernyataan itu seolah-olah kita dienakkan. Kita minta itu dijelaskan, tapi (dia) selalu mengelak," kata Khaeruman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2010).
Menurut politisi Golkar ini, pernyataan Hartati muncul saat anggota Komisi II mempersoalkan mengenai pengelolaan aset di Kemayoran. Hartati adalah perwakilan dari PT Jakarta International EXPO, salah satu perusahaan rekanan Setneg yang mengelola kawasan tersebut.
DPR rutin menggelar rapat tersebut karena menilai adanya kesalahan dalam pengelolaan aset. Negara tidak mendapat keuntungan signifikan dari lahan ribuan hektar di Kemayoran dan Senayan.
Namun, saat hal ini ditanyakan pada Hartati, Khaeruman mengaku jawaban yang diperoleh anggota Dewan sangat mengecewakan.
"Di dalam rapat, beliau juga berlaku tidak tertib. Tidak merespons dengan baik pendapat para anggota," tambahnya.
Rapat antara Hartati Murdaya dan Komisi II berlangsung Selasa sore. Rapat berlangsung tegang. DPR mempersoalkan hilangnya saham 5 persen yang diduga hilang di perusahaan pengelola Pekan Raya Jakarta tersebut.
Hartati sendiri dalam rapat itu mengaku, pernyataannya tidak bermaksud menyinggung DPR. Dia mengaku hanya meminta agar didatangkan pakar hukum, terkait saham tersebut agar semua pihak menjadi enak.
Wakil Ketua Komisi II Taufik Effendi menambahkan, pengusiran itu terpaksa dilakukan. Alasannya, Hartati sudah berkali-kali diperingatkan soal tata tertib, namun tidak mau menggubrisnya.
"Beliau bicara langsung saja, tidak izin lewat pimpinan. Aturannya kan harus lewat pimpinan. Pokoknya dia tidak ikut aturan rapat," sambungnya.
Meski demikian, DPR akan tetap mengundang salah satu anggota tim sukses Presiden SBY tersebut dalam rapat berikutnya. "Akan tetap diundang lagi, nggak apa-apa," tutupnya.
(mad/ndr)











































