AS Ingatkan Risiko Kunjungan Ahmadinejad ke Libanon

AS Ingatkan Risiko Kunjungan Ahmadinejad ke Libanon

- detikNews
Rabu, 06 Okt 2010 12:08 WIB
AS Ingatkan Risiko Kunjungan Ahmadinejad ke Libanon
Washington - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad rencananya akan berkunjung ke Libanon pekan depan. Kunjungan itu menimbulkan keprihatinan pemerintah AS dan Israel. Pemerintah AS bahkan telah mengingatkan pemerintah Libanon mengenai risiko kunjungan tersebut.

Ahmadinejad, sekutu setia kelompok gerilyawan Libanon, Hizbullah, menurut rencana akan berkunjung ke Beirut, Libanon pada 13-14 Oktober mendatang. Itu akan menjadi kunjungan Ahmadinejad yang pertama ke negeri itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton membahas isu kunjungan Ahmadinejad itu saat bertemu Presiden Libanon Michel Suleiman di New York, AS di sela-sela sidang umum PBB bulan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyampaikan keprihatinan kami mengenai hal itu mengingat bahwa Iran, melalui asosiasinya dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah, secara aktif merendahkan kedaulatan Libanon," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS P.J. Crowley pada wartawan.

"Namun kami menghargai bahwa ini penilaian untuk dibuat pemerintah Libanon," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Rabu (6/10/2010).

Ahmadinejad dijadwalkan bertemu para pemimpin politik Libanon termasuk kepala gerakan militan Hizbullah, Hassan Nasrallah. Ahmadinejad juga bertekad akan pergi ke wilayah selatan Libanon untuk mengunjungi desa-desa Bint Jbeil dan Maroun al-Ras yang dikuasai Hizbullah. Kedua desa itu sebagian hancur selama perang dengan Israel tahun 2006 silam.

Menurut surat kabar berbahasa Arab di London, Inggris, Al-Quds al-Arabi, Ahmadinejad berniat untuk bisa sedekat mungkin ke perbatasan guna "melemparkan batu-batu ke prajurit Israel dari pagar".

Menjelang kedatangan Ahmadinejad itu, Israel telah menambah jumlah pasukan militernya di sepanjang perbatasan Libanon.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menekankan kesiapan Teheran untuk mendukung Libanon.

"Iran siap memberikan dukungan ekonomi yang tidak terbatas dan bahkan dukungan militer untuk pemerintah dan rakyat Libanon," tegas Mottaki.

Presiden Suriah Bashar al-Assad, salah satu sekutu internasional Ahmadinejad, juga diberitakan prihatin bahwa kunjungan itu bisa berpotensi menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut. Dia kabarnya telah meminta Ahmadinejad menunda kunjungan itu.
(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads