Ahmadinejad, sekutu setia kelompok gerilyawan Libanon, Hizbullah, menurut rencana akan berkunjung ke Beirut, Libanon pada 13-14 Oktober mendatang. Itu akan menjadi kunjungan Ahmadinejad yang pertama ke negeri itu.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton membahas isu kunjungan Ahmadinejad itu saat bertemu Presiden Libanon Michel Suleiman di New York, AS di sela-sela sidang umum PBB bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kami menghargai bahwa ini penilaian untuk dibuat pemerintah Libanon," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Rabu (6/10/2010).
Ahmadinejad dijadwalkan bertemu para pemimpin politik Libanon termasuk kepala gerakan militan Hizbullah, Hassan Nasrallah. Ahmadinejad juga bertekad akan pergi ke wilayah selatan Libanon untuk mengunjungi desa-desa Bint Jbeil dan Maroun al-Ras yang dikuasai Hizbullah. Kedua desa itu sebagian hancur selama perang dengan Israel tahun 2006 silam.
Menurut surat kabar berbahasa Arab di London, Inggris, Al-Quds al-Arabi, Ahmadinejad berniat untuk bisa sedekat mungkin ke perbatasan guna "melemparkan batu-batu ke prajurit Israel dari pagar".
Menjelang kedatangan Ahmadinejad itu, Israel telah menambah jumlah pasukan militernya di sepanjang perbatasan Libanon.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menekankan kesiapan Teheran untuk mendukung Libanon.
"Iran siap memberikan dukungan ekonomi yang tidak terbatas dan bahkan dukungan militer untuk pemerintah dan rakyat Libanon," tegas Mottaki.
Presiden Suriah Bashar al-Assad, salah satu sekutu internasional Ahmadinejad, juga diberitakan prihatin bahwa kunjungan itu bisa berpotensi menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut. Dia kabarnya telah meminta Ahmadinejad menunda kunjungan itu.
(ita/nrl)











































