"Enggak, saya hanya diundang," kata Timur di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2010).
Timur menjelaskan, dia menemui pimpinan DPR, yakni Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Anis Matta, Priyo Budi Santoso, dan Taufik Kurniawan. Pertemuan digelar selama 30 menit sejak pukul 09.40 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timur tidak menguraikan secara rinci isi pertemuan. Dia pun mengaku tidak tahu kapan fit and profer test bagi dirinya akan dilakukan DPR.
"Belum diberitahu," jawab pria berkumis ini.
Seperti diketahui, Presiden SBY membuat kejutan dengan mencalonkan Timur sebagai calon tunggal Kapolri. Timur dipilih setelah beberapa jam sebelumnya Kapolri menaikkan jabatan dia sebagai Kabaharkam Polri sehingga pangkat Timur naik menjadi bintang tiga.
Timur Pradopo lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.
Timur diprediksi tidak akan menemui hambatan saat menjalani uji kelayakan dan
kepatutan. Hal ini terlihat dari pernyataan sejumlah pimpinan anggota Dewan tentang sosok Timur yang dianggap paling ideal untuk menyatukan Polri.
Pada Kamis besok, DPR akan menggelar rapat Bamus untuk menetapkan jadwal uji kepatutan dan kelayakan Timur Pradopo sebagai calon Kapolri. Bila resmi jadi Kapolri, Timur akan menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso yang memasuki masa pensiun pada 10 Oktober. (ndr/nrl)











































