"Pada prinsipnya Fraksi PKS mendukung Pak Timur menjadi calon Kapolri. Untuk jadi Kapolri tentu harus kita uji kepatutan dan kelayakan sehingga persetujuan tersebut dapat dipertanggungawabkan kepada publik," kata anggota Komisi III DPR (bidang hukum), Nasir Djamil, kepada detikcom, Rabu (5/9/2010).
Namun demikian, kata Nasir, belum ada arahan spesifik dari partainya untuk mendukung calon Kapolri Timur Pradopo. "Fraksi saat ini dan beberapa hari ke depan masih terus mencari dan menerima informasi terkait jejak rekam Timur," kata Nasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai setelah kita setujui Timur, banyak kehidupan pribadi Timur yang menganggu kredibilitas institusi Polri. Tapi kami yakin Pak Timur orangnya baik," kata Nasir tanpa merinci kehidupan pribadi yang dimaksud.
Sebelumnya, penilaian di luar aspek profesionalisme juga disampaikan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Anggota Komisi III dari FPPP, Ahmad Yani, mengatakan, sebagai partai berbasis keagamaan, pihaknya juga akan mengukur menguji kesalehan calon.
"Soal substansi akan kita uji saat fit and profer tes nanti. PPP sebagai partai keagamaan maka kami akan uji tingkat kesalehannya," kata Ahmad Yani kemarin.
Seperti diketahui, Presiden SBY membuat kejutan dengan mencalonkan Timur sebagai calon tunggal Kapolri. Timur dipilih setelah beberapa jam sebelumnya Kapolri menaikkan jabatan dia sebagai Kabaharkam Polri sehingga pangkat Timur naik menjadi bintang tiga.
Timur Pradopo lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.
(lrn/nrl)











































