Keindahan Pantai Talise dalam Balutan Kain Tenun Donggala

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Keindahan Pantai Talise dalam Balutan Kain Tenun Donggala

- detikNews
Rabu, 06 Okt 2010 08:40 WIB
Keindahan Pantai Talise dalam Balutan Kain Tenun Donggala
Donggala - Tekstur dan corak yang unik membuat kain tenun Donggala banyak diminati orang. Radinka Rianda Qiera dan Adhadi Praja peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom beruntung mendapatkan pengalaman langsung di pusat pembuatannya di Desa Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

"Aku sempat mengunjungi Desa Banawa, tempat pusat kerajinan kain tenun Donggala yang berbahan dasar benang sutra," ujar Inka, ketika dihubungi detikcom, Selasa (5/10/2010).

"Sempat Belajar tenun juga di sana, rasanya senang banget. Aku juga diperlihatkan contoh kain tenun yg sudah jadi," lanjut Inka mahasiswi ITB Jurusan Arsitek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tekstur kainnya sendiri sedikit agak kasar. Katanya yang agak kasar itu yang bagus. Motifnya juga cenderung gambar bunga-bunga," sambung Hadi.

"Kain tenun Donggala dijual dengan harganya yang cukup fantastis. Satu kain sarung dihargai 600 ribu sampai 1 juta rupiah," ujar Hadi lagi.

Penduduk Donggala juga masih memegang teguh adat istiadat setempat. "Kehidupan mereka sangat unik. Dari depan desa sudah terlihat kesibukan ibu-ibu yang sedang menenun di depan teras rumahnya. Kegiatan seperti itu merupakan cara sosialisasi dengan para tetangga," tutur Inka.

"Desa Banawa masih menjaga tradisi perbedaan peran laki-laki dan perempuan. Yang boleh menenun hanya perempuan," timpal Hadi yang tidak kebagian mencoba menenun.

Namun untuk sampai ke Donggala, Inka dan Hadi harus berusaha ekstra. "Sebenarnya sih dari jembatan penyeberangan, Donggala tidak terlalu jauh. Tapi petunjuk jalan yang ada di sana sedikit, jadi memang harus lebih sering bertanya ke penduduk setempat," ujar Inka.

Transportasi yang diigunakan pun harus kendaraan pribadi atau sewaan. "Transportasi di sana hanya pedati yang dimiliki oleh penduduk setempat," timpal Hadi yang juga kuliah di ITB Jurusan Kimia.

Namun demikian, kesulitan yang mereka alami terbayar oleh keindahan Pantai Talise terutama di malam hari. "Banyak lampu-lampu di sana, jadi menambah keindahan Pantai Talise," tutur Inka.
(tbs/tbs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini