"Bertemu dengan pimpinan DPR pukul 09.00 WIB," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi
Santoso kepada detikcom, Rabu (6/10/2010).
Pada pukul 08.00 WIB, Timur akan lebih dulu hadir di acara sambut dan pisah di Mabes Polri atas pengangkatannya sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) menggantikan Komjen Pol Iman Haryatna. Sudah menjadi kebiasaan, upacara pisah sambut digelar saat pergantian pejabat lama kepada yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman Haryatna resmi pensiun pada 15 Oktober nanti. Ia digantikan Timur Pradopo
dengan 'pengangkatan mendadak' pada Senin, (4/10) lalu.
Timur langsung dilantik sebagai Kabaharkam dan dijadikan bintang tiga dalam hitungan jam saja setelah Telegram Rahasia Kapolri menunjuknya sebagai Kabaharkam. Tidak lama kemudian, pengangkatan Timur sebagai Komjen berujung pada pencalonannya oleh Presiden sebagai calon Kapolri.
Timur lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978.
Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.
Timur diprediksi tidak akan menemui hambatan saat menjalani uji kelayakan dan
kepatutan. Hal ini terlihat dari pernyataan sejumlah pimpinan anggota Dewan tentang sosok Timur yang dianggap paling ideal untuk menyatukan Polri.
Pada Kamis besok, DPR akan menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk menetapkan jadwal uji kepatutan dan kelayakan Timur Pradopo sebagai calon Kapolri. Bila resmi jadi Kapolri, Timur akan menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso yang memasuki masa pensiun pada 10 Oktober.
(mad/vit)











































