Pramono: Pembatalan SBY ke Belanda Cederai Kebanggaan Bangsa

Pramono: Pembatalan SBY ke Belanda Cederai Kebanggaan Bangsa

- detikNews
Selasa, 05 Okt 2010 16:16 WIB
Pramono: Pembatalan SBY ke Belanda Cederai Kebanggaan Bangsa
Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyayangkan pembatalan keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Belanda. Pramono berpendapat, pembatalan itu mencederai kebanggaan bangsa Indonesia.

"Ini benar-benar mencederai rasa kebanggaan kita sebagai bangsa. Presiden kan simbol negara, saya yakin selama di sana pasti aman.
Apalagi, kita sudah menjadi anggota G-20," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/10/2010).

Dikatakan dia, sidang HAM di Den Haag yang didaftarkan oleh RMS seharusnya sudah diketahui jauh-jauh hari. "Saya yakin sudah ada tim advance. Kalau ada pembatalan bukan seperti ini caranya ketika sudah di lapangan terbang," kata Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi PDIP ini berharap Presiden SBY tetap berangkat karena ini akan dipolitisasi di dunia internasional dan menjadi masalah baru.

"Yang menjadi pertanyaan, siapa sih yang ngatur perjalanan ini sampai waktunya bersamaan dengan pengadilan Den Haag? Sangat mengecewakan kerja dari tim Kepresidenan," kata pria berkacamata ini

Bagaimana dengan ancaman RMS? "RMS itu kecil, lawan persatuan sepakbola Ambon saja kalah," seloroh Pramono yang mengenakan jas warna hitam sambil bergegas meninggalkan gedung wakil rakyat itu.

SBY sedianya akan bertolak ke Belanda pada Selasa ini. Namun SBY membatalkan kunjungannya karena adanya perkembangan situasi di Belanda yang mengusik hatinya. SBY mengatakan, saat dirinya berkunjung di Belanda, akan ada pengadilan yang salah satunya akan memutuskan agar Presiden RI ditangkap saat berkunjung di Belanda.

Menurut SBY, pengadilan tersebut mempersoalkan HAM di Indonesia. Tuntutan diajukan oleh sejumlah pihak termasuk RMS.

Rencana kunjungan ini telah direncanakan sejak tahun 2007. Dan tahun ini, agenda kunjungan ke Belanda ini memang telah masuk ke dalam daftar agenda kunjungan Presiden SBY ke luar negeri.

Seperti diberitakan detikcom, kort geding (prosedur dipercepat-red) permohonan untuk penangkapan Presiden RI dimasukkan ke Pengadilan Den Haag hari ini, sehari sebelum kedatangan presiden.

John Wattilete dari RMS berkeyakinan bahwa pengadilan akan mengeluarkan putusan sebelum atau selama kunjungan presiden RI masih berlangsung, demikian seperti dilansir ANP, Senin (4/10/2010).

Informasi yang diperoleh detikcom, kunjungan presiden juga akan dimanfaatkan RMS untuk menarik perhatian dengan menggelar demonstrasi di alun-alun Malieveld, Den Haag, pada Kamis (7/10/2010) mendatang.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini