Berikut ini statemen lengkap SBY yang dibacakan di ruang VVIP Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (5/10/2010):
"Kunjungan kenegaraan ke Belanda ini adalah salah satu yang sedari awal direncanakan. Sudah sejak 2007 tertunda maka tahun ini diharapkan bisa dilaksanakan. Ada berbagai agenda konkrit yang akan kita selenggarakan di sana. Bidang pendidikan, ekonomi, pertanian dan banyak lagi yang bermafaat bagi negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari-hari terakhir ada terjadi gerakan di Den Haag yang intinya mengajukan ke pengadilan Den Haag persoalan HAM dan menuntut agar Presiden RI ditangkap. Yang mengajukan tuntutan adalah WN Belanda yang mengidentitaskan diri sebagai RMS.
Bagi saya kalau ada kepala negara berkunjung lalu ada unjuk rasa, itu hal bisa. Ada ancaman keamanan, itu juga hal biasa. Ada unjuk rasa biasa. Tidak boleh surut, acara harus terus dijalankan.
Tapi yang tidak boleh saya terima, di saat Presiden RI berada di Belanda atas undangan Ratu dan PM Belanda, pada saat itu digelar pengadilan minta ditangkapnya Presiden RI. Memang berkaitan dengan RMS, tapi kalau saya tetap ke Belanda justru akan menimbulkan suasana psikologis yang tak baik.
Saya tidak mau di saat hubungan 2 negaraย makin meningkat, suasana psikologisnya terganggu. Ini terkait dengan harga diri bangsa.
Saya akan tunda kunjungan ini. Saya segera menulis surat kepada PM Belanda agar segala sesuatunya menjadi jernih bagi rakyat Indonesia.
Saya tahu pengadilan adalah pengadilan. Tetapi ini bukan hal yang biasa. Saya berharap kunjungan ini tidak diganggu sehingga menjadi kontraproduktif."
(lh/nrl)











































