SBY Batal ke Belanda karena Menyangkut Harga Diri Bangsa

SBY Batal ke Belanda karena Menyangkut Harga Diri Bangsa

- detikNews
Selasa, 05 Okt 2010 14:55 WIB
SBY Batal ke Belanda karena Menyangkut Harga Diri Bangsa
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak membatalkan kunjungan ke Belanda yang sejatinya akan menjadi kunjungan bersejarah. Keputusan itu diambil sebab SBY tidak bisa menerima karena saat melakukan kunjungan kenegaraan itu, di Den Haag akan digelar pengadilan yang salah satunya akan memutuskan untuk menangkapnya.

"Ini menyangkut harga diri kita sebagai bangsa," kata SBY saat menggelar jumpa pers di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (5/10/2010). SBY mengenakan setelan jas warna hitam didampingi para pembantunya yang berbaju senada.

Pembatalan kepergian ini diputusan di detik-detik terakhir karena sebelumnya persiapan terbang ke Belanda telah dilakukan. Para petugas Istana tiba-tiba mengeluarkan semua keperluan SBY yang sudah disimpan di Istana, termasuk setelan jas bertuliskan RI-1. Kendaraan Kepresidenan yang semula membawa SBY ke Halim, juga bersiap untuk membawa SBY kembali pergi ke Istana. Pemandangan ini membuat spekulasi SBY batal ke Belanda merebak, dan menjadi nyata setelah SBY menjawabnya lewat pidato tanpa tanya jawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY mengatakan, dirinya akan mengirim surat kepada PM Belanda mengenai pembatalan ini. "Sampai situasi jernih karena niat kita untuk meningkatkan kerja sama," kata SBY dengan wajah serius.

SBY menyatakan, sidang itu akan mengganggu hubungan Indonesia-Belanda yang sedang bagus. "(Itu) Kontraproduktif mengingat kerja sama kita dan Belanda terus meningkat, tapi kita akan lihat perkembangannya," kata SBY.

SBY membatalkan kunjungannya ke Belanda karena adanya perkembangan situasi di Belanda yang mengusik hatinya. SBY mengatakan, saat dirinya berkunjung di Belanda, akan ada pengadilan yang salah satunya akan memutuskan agar Presiden RI ditangkap saat berkunjung di Belanda.

Menurut SBY, pengadilan tersebut mempersoalkan HAM di Indonesia. Tuntutan diajukan oleh sejumlah pihak termasuk RMS.

Rencana kunjungan ini telah direncanakan sejak tahun 2007. Dan tahun ini, agenda kunjungan ke Belanda ini memang telah masuk ke dalam daftar agenda kunjungan Presiden SBY ke luar negeri.

Seperti diberitakan detikcom, kort geding (prosedur dipercepat-red) permohonan untuk penangkapan Presiden RI dimasukkan ke Pengadilan Den Haag hari ini, sehari sebelum kedatangan presiden.

John Wattilete dari RMS berkeyakinan bahwa pengadilan akan mengeluarkan putusan sebelum atau selama kunjungan presiden RI masih berlangsung, demikian seperti dilansir ANP, Senin (4/10/2010).

Informasi yang diperoleh detikcom, kunjungan presiden juga akan dimanfaatkan RMS untuk menarik perhatian dengan menggelar demonstrasi di alun-alun Malieveld, Den Haag, pada Kamis (7/10/2010). (ken/nrl)


Berita Terkait